Laptop 7 juta gaming sering jadi pilihan paling realistis untuk pelajar, mahasiswa, pekerja, atau gamer casual yang ingin main game tanpa harus masuk ke budget belasan juta. Masalahnya, di harga ini pilihan laptop gaming tidak selalu lurus-lurus saja. Ada yang benar-benar punya GPU diskrit, ada yang baru bisa masuk 7 jutaan saat promo, ada juga yang lebih masuk akal kalau dibeli second.
Jadi, rekomendasi di bawah ini tidak akan kami paksa seolah semuanya laptop gaming baru terbaik di harga 7 juta pas. Justru kami pisahkan secara lebih jujur: mana yang cocok untuk gaming serius, mana yang aman untuk casual gaming, dan mana yang layak diburu kalau anda menemukan promo atau unit bekas dengan kondisi bagus.
1. MSI Thin 15 B12UCX, Salah Satu Opsi Paling Menarik Jika Dapat Harga Promo
Kalau target anda adalah laptop 7 juta gaming yang sudah punya GPU diskrit, MSI Thin 15 B12UCX termasuk salah satu nama yang paling layak dipantau. Biasanya laptop ini membawa kombinasi Intel Core i5 H-series, RAM 8GB, SSD 512GB, dan NVIDIA GeForce RTX 2050 4GB.
Secara performa, RTX 2050 memang bukan GPU kelas tinggi, tetapi untuk harga 7 jutaan saat promo, kartu grafis ini sudah jauh lebih menarik dibanding laptop yang hanya mengandalkan grafis bawaan prosesor. Game seperti Valorant, Dota 2, GTA V, eFootball, Roblox, Minecraft, dan beberapa game AAA lama masih bisa dimainkan dengan setting yang masuk akal.
Yang perlu diperhatikan, seri Thin punya bodi relatif ramping untuk ukuran laptop gaming. Artinya, suhu bisa lebih terasa saat dipakai main lama. Kalau memilih laptop ini, sebaiknya gunakan di permukaan meja yang rata, jangan menutup ventilasi bawah, dan pertimbangkan upgrade RAM ke 16GB agar game lebih stabil.
| Kisaran incaran | 7 jutaan saat promo atau stok tertentu |
| Kelebihan utama | Sudah RTX 2050, performa gaming lebih jelas |
| Catatan | RAM 8GB sebaiknya di-upgrade |
| Cocok untuk | Game esports, kuliah, kerja, editing ringan |
2. MSI GF63 Thin 12UCX, Alternatif Lama yang Masih Layak Diburu
MSI GF63 Thin 12UCX bisa dibilang masih satu keluarga dengan konsep laptop gaming tipis yang harganya relatif bersahabat. Jika anda menemukan varian dengan RTX 2050 di kisaran 7 jutaan, laptop ini masih masuk akal untuk dipertimbangkan.
Kelebihannya ada di performa yang cukup enak untuk game 1080p ringan sampai menengah. Laptop ini juga tidak terlalu berat, jadi masih nyaman untuk dibawa kuliah atau kerja. Untuk pengguna yang tidak ingin laptop gaming terlalu besar, karakter seperti ini bisa terasa pas.
Namun, jangan berharap pengalaman seperti laptop gaming 15 jutaan. Pendinginan tetap perlu dijaga, RAM bawaan sering masih 8GB, dan kualitas layar biasanya standar gaming entry-level. Kalau anda suka main game sambil membuka Discord, browser, dan aplikasi lain, RAM 16GB akan jauh lebih nyaman.
| Kisaran incaran | 7–8 jutaan tergantung kondisi dan promo |
| Kelebihan utama | Ringkas, sudah punya GPU diskrit |
| Catatan | Perlu jaga suhu saat gaming lama |
| Cocok untuk | Valorant, Dota 2, GTA V, game online populer |
3. Lenovo IdeaPad Gaming 3, Enak Kalau Dapat Unit Second yang Sehat
Lenovo IdeaPad Gaming 3 adalah salah satu laptop gaming entry-level yang cukup banyak beredar. Untuk budget 7 jutaan, unit barunya sering masih di atas angka tersebut, tetapi pasar second-nya cukup menarik, terutama untuk varian GTX 1650, RTX 2050, atau varian lain yang masih sehat.
Desainnya tidak terlalu mencolok, keyboard-nya nyaman, dan performanya masih relevan untuk game populer. Kalau anda mencari laptop yang tidak terlalu “gaming banget” secara tampilan, IdeaPad Gaming 3 bisa terasa lebih aman untuk dipakai kerja, kuliah, maupun meeting.
Kalau membeli second, jangan hanya lihat bodi mulus. Cek suhu saat main game, kondisi charger, engsel, layar, keyboard, dan baterai. Laptop gaming bekas sering terlihat normal saat idle, tetapi mulai bermasalah saat dipakai main 10–15 menit.
| Kisaran incaran | 7 jutaan untuk unit second tertentu |
| Kelebihan utama | Desain kalem, performa masih layak |
| Catatan | Wajib cek suhu dan riwayat pemakaian |
| Cocok untuk | Game online, kuliah, coding, kerja harian |
4. ASUS TUF Gaming F15 FX506HF, Pilihan Tangguh Jika Harganya Masuk
ASUS TUF Gaming F15 FX506HF cukup sering jadi incaran karena membawa nama TUF yang sudah dikenal di kelas laptop gaming. Varian dengan Intel Core i5 dan RTX 2050 masih cukup oke untuk gaming 1080p, terutama jika anda tidak memaksa semua game di setting tinggi.
Untuk budget 7 juta, laptop ini lebih realistis dicari dalam kondisi second, stok lama, atau promo besar. Kalau dapat unit yang masih bergaransi dan kondisinya bagus, TUF F15 bisa jadi pilihan yang lebih terasa “gaming” dibanding laptop tipis biasa.
Kelebihannya ada di bodi yang terasa lebih kokoh, keyboard nyaman, dan karakter laptop yang memang dibuat untuk beban kerja lebih berat. Kekurangannya, bobotnya tidak seringan laptop non-gaming, dan konsumsi dayanya tentu lebih besar.
| Kisaran incaran | 7 jutaan second atau promo tertentu |
| Kelebihan utama | Bodi lebih gaming, GPU diskrit, layar nyaman |
| Catatan | Harga baru sering masih di atas 7 juta |
| Cocok untuk | Gaming 1080p, editing ringan, multitasking |
5. ASUS TUF Gaming A15 FA506, Cocok untuk yang Ingin AMD dan Bodi Gaming
ASUS TUF Gaming A15 FA506 juga layak dilirik, terutama jika anda lebih suka prosesor AMD Ryzen. Beberapa varian TUF A15 menggunakan Ryzen 5 H-series atau HS-series yang performanya masih bagus untuk gaming dan kerja harian.
Di kisaran 7 jutaan, anda perlu lebih sabar mencari unit yang tepat. Varian baru dengan GPU RTX biasanya masih lebih mahal, tetapi unit second TUF A15 kadang masuk ke budget ini. Kalau kondisinya bagus, ini bisa jadi pembelian yang cukup aman untuk jangka menengah.
Yang perlu dicek adalah kondisi engsel, suhu, layar, dan kesehatan baterai. Laptop gaming second yang pernah dipakai berat bisa membutuhkan perawatan tambahan seperti pembersihan kipas atau penggantian thermal paste.
| Kisaran incaran | 7–8 jutaan untuk second tertentu |
| Kelebihan utama | Performa Ryzen bagus, bodi gaming cukup solid |
| Catatan | Pastikan varian GPU-nya jelas sebelum membeli |
| Cocok untuk | Game esports, game AAA lama, kerja kreatif ringan |
6. Acer Nitro 5 Bekas, Masih Jadi Jalan Pintas untuk Dapat Performa Gaming
Acer Nitro 5 bekas masih menjadi salah satu pilihan paling masuk akal jika anda ingin performa gaming lebih tinggi dengan dana terbatas. Di kisaran 7 jutaan, anda bisa menemukan beberapa generasi Nitro 5 dengan GTX 1650, GTX 1650 Ti, atau bahkan RTX 3050 jika beruntung.
Kelebihan Nitro 5 ada pada karakter laptop gaming yang cukup matang. Bodinya memang lebih besar, tetapi sistem pendinginnya biasanya lebih siap untuk beban gaming dibanding laptop tipis. Untuk game seperti GTA V, Valorant, Dota 2, Genshin Impact, The Witcher 3, dan game sejenis, Nitro 5 masih terasa layak.
Karena ini laptop yang sering dipakai gaming, pengecekan second harus lebih detail. Jangan beli hanya karena spesifikasinya tinggi. Tes suhu, dengarkan suara kipas, cek layar, cek keyboard WASD, cek port charger, dan pastikan tidak ada gejala mati mendadak saat dipakai.
| Kisaran incaran | 6,5–8 jutaan untuk unit second |
| Kelebihan utama | Performa gaming lebih terasa, unit banyak beredar |
| Catatan | Wajib cek suhu dan kondisi kipas |
| Cocok untuk | Game kompetitif, game AAA lama, editing ringan-menengah |
7. Acer Aspire 7, Pilihan Kalem yang Masih Bisa Diajak Gaming
Acer Aspire 7 cocok untuk anda yang ingin laptop kencang, tetapi tidak suka tampilan gaming yang terlalu ramai. Desainnya lebih kalem, jadi masih enak dipakai di kelas, kantor, atau meeting. Namun, beberapa varian Aspire 7 sudah memakai GPU diskrit, sehingga masih bisa dipakai gaming dengan cukup nyaman.
Di budget 7 jutaan, Aspire 7 yang paling menarik biasanya varian GTX 1650 atau RTX 2050, tergantung stok dan kondisi. Kalau yang anda temukan hanya varian grafis bawaan, performanya tentu tidak akan sama. Jadi, baca tipe GPU dengan teliti sebelum membeli.
Ini pilihan yang enak untuk pengguna yang kebutuhan utamanya tidak full gaming. Misalnya, anda butuh laptop untuk kerja, kuliah, desain ringan, browsing berat, lalu malamnya sesekali main game.
| Kisaran incaran | 7 jutaan untuk promo atau second |
| Kelebihan utama | Desain rapi, performa cukup fleksibel |
| Catatan | Jangan sampai salah pilih varian tanpa GPU diskrit |
| Cocok untuk | Kerja, kuliah, editing ringan, casual gaming |
8. HP Victus 15, Lebih Rapi untuk Gaming Sekaligus Produktivitas
HP Victus 15 punya karakter yang cukup menarik karena tampilannya tidak terlalu agresif. Laptop ini masih terlihat rapi untuk kerja, tetapi tetap membawa DNA gaming. Untuk budget 7 jutaan, Victus 15 lebih realistis dicari dalam kondisi second atau promo tertentu.
Varian yang layak dipantau adalah yang memakai GTX 1650, RTX 2050, RTX 3050, atau GPU diskrit lain. Kalau dapat unit dengan RAM 16GB, itu akan lebih nyaman. Namun, jika RAM masih 8GB, pastikan bisa di-upgrade.
Kelebihannya adalah desain yang bersih dan layar yang cukup nyaman untuk penggunaan harian. Kekurangannya, beberapa unit Victus terasa agak besar, dan seperti laptop gaming lain, performa terbaik biasanya keluar saat charger terpasang.
| Kisaran incaran | 7–8 jutaan untuk second tertentu |
| Kelebihan utama | Desain rapi, cocok untuk kerja dan gaming |
| Catatan | Cek engsel, suhu, dan kondisi baterai |
| Cocok untuk | Mahasiswa, pekerja, gamer casual-serius |
9. Axioo Pongo 725, Menarik Jika Ingin GPU RTX dengan Harga Lebih Berani
Axioo Pongo 725 sering menarik perhatian karena spesifikasinya cukup berani di kelas harga yang lebih terjangkau dibanding beberapa brand besar. Varian dengan Intel Core i7 dan RTX 2050 bisa menjadi pilihan menarik kalau anda ingin laptop gaming dengan performa mentah yang kuat.
Untuk benar-benar masuk 7 jutaan, anda mungkin perlu mencari promo, stok tertentu, atau unit bekas. Namun, laptop ini tetap layak masuk daftar karena value performanya cukup agresif. Jika anda tidak terlalu mempermasalahkan brand lokal dan lebih fokus ke spesifikasi, Pongo 725 bisa dipertimbangkan.
Yang penting, pastikan anda membeli dari toko yang jelas, garansi jelas, dan layanan purnajualnya mudah dijangkau. Laptop dengan performa tinggi tetap butuh dukungan garansi yang baik, apalagi jika dipakai untuk gaming harian.
| Kisaran incaran | 7–10 jutaan tergantung promo, toko, dan kondisi |
| Kelebihan utama | Spesifikasi agresif, RTX 2050, performa kencang |
| Catatan | Perhatikan garansi dan reputasi toko |
| Cocok untuk | Gaming 1080p, multitasking, editing ringan-menengah |
10. Axioo Hype 5 AMD X6, Bukan Gaming Berat, Tapi Enak untuk Game Ringan
Kalau anda lebih suka laptop baru dengan harga yang masih masuk akal, Axioo Hype 5 AMD X6 bisa dipertimbangkan. Laptop ini bukan laptop gaming murni karena tidak memakai GPU diskrit NVIDIA, tetapi prosesornya cukup kencang dan grafis bawaannya masih layak untuk game ringan.
Untuk game seperti Valorant, Dota 2, Roblox, Minecraft, eFootball, atau game indie, laptop seperti ini masih bisa terasa nyaman jika setting grafis disesuaikan. Namun, untuk game AAA modern, jangan berharap performanya menyamai laptop dengan RTX 2050.
Kelebihan terbesarnya ada di kombinasi laptop baru, performa harian kencang, dan harga yang masih bersahabat. Ini cocok untuk pengguna yang 70% kebutuhannya kerja atau kuliah, lalu 30% sisanya gaming ringan.
| Kisaran incaran | 7 jutaan |
| Kelebihan utama | Performa harian kencang, cocok untuk casual gaming |
| Catatan | Bukan pilihan utama untuk game berat |
| Cocok untuk | Pelajar, mahasiswa, kerja, game ringan |
11. Advan WorkPlus Heritage, Alternatif Baru untuk Casual Gaming dan Mobilitas
Advan WorkPlus Heritage cocok untuk anda yang ingin laptop baru, ringkas, dan performanya tetap bertenaga untuk kebutuhan harian. Sama seperti Axioo Hype 5, laptop ini bukan laptop gaming berat, tetapi masih cukup menarik untuk casual gaming.
Dengan prosesor Ryzen seri HS, performa hariannya terasa kencang untuk browsing banyak tab, kerja dokumen, meeting online, aplikasi ringan-menengah, dan game yang tidak terlalu berat. Untuk pengguna yang sering membawa laptop ke kampus atau tempat kerja, bodi yang lebih ringkas bisa jadi nilai plus.
Namun, kalau tujuan utama anda adalah main game berat, lebih baik tetap prioritaskan laptop dengan GPU diskrit. Advan WorkPlus Heritage lebih cocok untuk pengguna yang ingin laptop produktivitas kencang dengan bonus bisa gaming ringan.
| Kisaran incaran | 7 jutaan |
| Kelebihan utama | Ringkas, baru, performa harian kencang |
| Catatan | Lebih cocok untuk casual gaming |
| Cocok untuk | Kuliah, kerja, mobilitas, game ringan |
Perbandingan Singkat 11 Laptop 7 Juta Gaming
| No | Model | Karakter | Paling Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| 1 | MSI Thin 15 B12UCX | Gaming entry dengan RTX 2050 | Pemburu promo laptop RTX |
| 2 | MSI GF63 Thin 12UCX | Gaming tipis yang masih relevan | Game online dan kuliah |
| 3 | Lenovo IdeaPad Gaming 3 | Gaming kalem, enak untuk harian | Second sehat dengan harga masuk |
| 4 | ASUS TUF Gaming F15 FX506HF | Bodi gaming lebih kokoh | Gaming 1080p dan multitasking |
| 5 | ASUS TUF Gaming A15 FA506 | AMD gaming entry | Pengguna yang suka Ryzen |
| 6 | Acer Nitro 5 Bekas | Gaming klasik yang banyak beredar | Performa gaming murah |
| 7 | Acer Aspire 7 | Kalem, tapi masih bisa gaming | Kerja, kuliah, game casual |
| 8 | HP Victus 15 | Rapi untuk kerja dan gaming | Pengguna produktif yang juga gaming |
| 9 | Axioo Pongo 725 | Spesifikasi agresif | Gaming dengan value tinggi |
| 10 | Axioo Hype 5 AMD X6 | Laptop baru untuk casual gaming | Game ringan dan kerja harian |
| 11 | Advan WorkPlus Heritage | Ringkas dan kencang untuk harian | Mobilitas dan casual gaming |
Kalau Fokusnya Gaming, Jangan Cuma Lihat Tulisan “Gaming”
Di harga 7 jutaan, tulisan gaming kadang bisa menipu. Ada laptop yang terlihat gaming karena desainnya keren, keyboard menyala, atau namanya terdengar garang, tetapi ternyata masih memakai grafis bawaan prosesor. Bukan berarti jelek, hanya saja kemampuannya berbeda.
Kalau anda ingin main game lebih serius, prioritaskan laptop dengan GPU diskrit seperti GTX 1650, RTX 2050, atau RTX 3050. Kalau laptopnya hanya memakai grafis bawaan, pilihannya tetap bisa dipakai game, tetapi lebih cocok untuk game ringan dan setting rendah-menengah.
Urutan prioritas yang lebih aman biasanya seperti ini: GPU dulu, lalu prosesor, RAM, SSD, layar, dan terakhir desain. Laptop yang terlihat sederhana tetapi GPU-nya bagus akan lebih nyaman untuk gaming dibanding laptop yang tampilannya gaming tetapi GPU-nya lemah.
RAM 8GB Masih Bisa, Tapi 16GB Lebih Masuk Akal
Banyak laptop di harga 7 jutaan masih datang dengan RAM 8GB. Untuk penggunaan dasar, ini masih cukup. Namun, untuk gaming modern, 8GB mulai terasa sempit, apalagi kalau anda membuka browser, Discord, launcher game, dan aplikasi lain bersamaan.
Jika laptop incaran anda masih 8GB, pastikan RAM-nya bisa di-upgrade. Upgrade ke 16GB sering menjadi peningkatan paling terasa di laptop gaming entry-level. Game jadi lebih stabil, multitasking lebih enak, dan risiko stutter bisa berkurang.
Untuk laptop dengan grafis bawaan, RAM dual-channel juga penting karena grafis terintegrasi mengambil memori dari RAM utama. Jadi, jangan hanya melihat kapasitas RAM, tetapi cek juga apakah konfigurasi RAM-nya bisa dibuat lebih optimal.
SSD 512GB Lebih Nyaman daripada 256GB
Game sekarang ukurannya makin besar. Satu game bisa puluhan GB, bahkan lebih. Kalau laptop hanya punya SSD 256GB, ruang kosong akan cepat habis setelah Windows, aplikasi, dan beberapa game terpasang.
SSD 512GB lebih aman untuk pemakaian awal. Kalau anda suka menyimpan banyak game, cek apakah laptop punya slot SSD tambahan. Ini penting agar anda tidak harus mengganti SSD utama terlalu cepat.
Storage yang terlalu penuh juga bisa membuat laptop terasa lambat. Jadi, meskipun performa prosesor dan GPU bagus, pengalaman pakai tetap bisa terganggu kalau ruang penyimpanan terlalu mepet.
Laptop Baru atau Second, Mana yang Lebih Worth?
Kalau anda ingin aman, laptop baru jelas lebih nyaman. Garansi lebih jelas, baterai masih segar, kondisi fisik tidak perlu banyak ditebak, dan risiko kerusakan tersembunyi lebih kecil. Masalahnya, di budget 7 jutaan, laptop baru dengan GPU diskrit tidak selalu mudah ditemukan.
Kalau anda mengejar performa gaming, laptop second bisa lebih menarik. Dengan dana yang sama, anda bisa mendapat GPU lebih kuat, layar refresh rate lebih tinggi, atau bodi gaming yang lebih serius. Namun, risikonya juga lebih besar.
Untuk pembeli yang masih awam, second sebaiknya dibeli dari toko yang memberi garansi. Kalau beli dari perorangan, usahakan tes langsung. Jangan hanya melihat foto, karena masalah suhu, baterai, kipas, dan port charger sering baru terasa saat laptop dipakai.
Checklist Sebelum Membeli Laptop Gaming 7 Jutaan
- Cek tipe prosesor lengkap, jangan hanya membaca “Core i5” atau “Ryzen 5”.
- Pastikan jenis GPU jelas, terutama jika anda ingin gaming serius.
- Pilih RAM 16GB jika memungkinkan, atau minimal pastikan bisa upgrade.
- Usahakan SSD minimal 512GB agar tidak cepat penuh.
- Cek layar dari bercak, flicker, garis, dead pixel, dan warna tidak normal.
- Cek keyboard, terutama tombol WASD, spasi, shift, dan arah panah.
- Pastikan charger sesuai watt dan tidak putus-nyambung.
- Untuk laptop second, tes game atau benchmark ringan minimal beberapa menit.
- Dengarkan suara kipas, apakah normal atau kasar.
- Hindari unit bekas kena air, bekas mati total, atau bekas servis motherboard berat.
Game yang Realistis untuk Laptop Gaming 7 Jutaan
Laptop dengan RTX 2050 atau GTX 1650 masih cukup aman untuk banyak game populer di resolusi 1080p. Game seperti Valorant, Dota 2, CS2, GTA V, eFootball, Genshin Impact, dan The Witcher 3 masih bisa dimainkan dengan setting yang disesuaikan.
Untuk game AAA terbaru, ekspektasinya harus lebih realistis. Jangan memaksa rata kanan. Gunakan setting low-medium, turunkan efek yang berat, dan aktifkan fitur peningkat performa jika tersedia. Targetnya bukan selalu grafik maksimal, tetapi gameplay yang stabil.
Untuk laptop dengan grafis bawaan seperti Axioo Hype 5 atau Advan WorkPlus Heritage, fokuslah ke game ringan, game esports, game indie, dan game lama. Tetap bisa menyenangkan, asal tidak dipaksa menjalankan game berat seperti laptop RTX.
Biaya Tambahan yang Sering Terlupakan
Saat membeli laptop 7 jutaan untuk gaming, jangan lupa menghitung biaya tambahan. Banyak laptop di harga ini masih butuh upgrade RAM, tambahan SSD, cooling pad, mouse, atau servis ringan jika membeli second.
Upgrade RAM dari 8GB ke 16GB biasanya menjadi prioritas pertama. Setelah itu baru pertimbangkan SSD tambahan jika storage mulai penuh. Untuk laptop bekas, pembersihan kipas dan penggantian thermal paste juga bisa membantu jika suhu mulai tinggi.
Namun, jangan asal membongkar laptop sendiri kalau belum terbiasa. Risiko DIY tetap ada, mulai dari klip casing patah, kabel fleksibel tertarik, baut dol, sampai garansi toko bermasalah. Kalau masih ragu, lebih aman minta bantuan teknisi atau toko tempat membeli.
Kalau Setelah Dibeli Laptop Terasa Tidak Normal
Beberapa masalah yang sering muncul pada laptop gaming bekas adalah cepat panas, FPS tiba-tiba drop, kipas terlalu berisik, baterai cepat habis, charger putus-nyambung, layar berkedip, atau laptop mati sendiri saat game berjalan. Gejala seperti ini jangan diabaikan, apalagi kalau muncul sejak awal pembelian.
Masalahnya bisa ringan, seperti debu menumpuk atau thermal paste sudah kering. Namun, bisa juga mengarah ke baterai, charger, RAM, SSD, kipas, jalur power, atau motherboard. Karena itu, lebih baik dicek sebelum kerusakan merembet atau membuat biaya perbaikan semakin besar.
Jika anda butuh bantuan awal, anda bisa konsultasi dengan admin EngineerTech melalui tombol WhatsApp di kanan bawah website. Admin bisa membantu memberi arahan awal, estimasi jarak cabang, estimasi budget, dan konsultasi 24 jam. Jika memang perlu dicek langsung, anda juga bisa datang ke cabang terdekat EngineerTech. Estimasi biaya tetap tergantung kasus, kondisi perangkat, dan komponen yang perlu diperiksa, jadi tidak semua masalah langsung berarti harus ganti part mahal.
Kesimpulan
Laptop 7 juta gaming paling worth biasanya bukan soal mencari yang paling murah, tetapi mencari yang paling cocok dengan kebutuhan. Kalau fokus utama anda gaming, prioritaskan laptop dengan GPU diskrit seperti RTX 2050, GTX 1650, atau RTX 3050 second yang kondisinya masih bagus.
Kalau anda lebih banyak kerja, kuliah, dan hanya sesekali main game ringan, laptop baru seperti Axioo Hype 5 AMD X6 atau Advan WorkPlus Heritage bisa lebih masuk akal. Yang penting, jangan hanya terpancing label gaming. Cek GPU, RAM, SSD, suhu, garansi, dan kondisi fisik sebelum membeli.




