10 Cara Cek SSD Laptop dengan Mudah

Ringkasan Cepat:

  • Cara cek SSD laptop paling mudah adalah lewat Task Manager > Performance > Disk untuk melihat apakah drive terdeteksi sebagai SSD atau HDD.
  • Device Manager bisa digunakan untuk melihat nama model drive, lalu mencocokkannya dengan spesifikasi resmi SSD.
  • Disk Management berguna untuk mengecek kapasitas, partisi, drive letter, dan apakah SSD baru sudah terbaca oleh Windows.
  • PowerShell dengan perintah Get-PhysicalDisk bisa membantu melihat MediaType, Health Status, ukuran drive, dan status operasional disk.
  • Jika SSD sering hilang, file corrupt, laptop freeze, atau masuk Automatic Repair, segera backup data dan lakukan pengecekan lebih lanjut.

Views: 172

Mengetahui jenis dan kondisi penyimpanan membantu anda memahami performa laptop dengan lebih jelas. Pengecekan ini juga berguna saat ingin memastikan kapasitas SSD atau mencari penyebab laptop terasa lambat tanpa perlu membongkar perangkat. Cara cek SSD laptop bisa dilakukan langsung dari Windows melalui beberapa menu bawaan maupun aplikasi tambahan. Berikut 10 metode yang bisa dicoba untuk melihat jenis, kapasitas dan kondisi awal SSD.

1. Cek SSD Laptop Lewat Task Manager

Cara cek SSD laptop yang paling mudah adalah melalui Task Manager. Dari menu ini, anda bisa melihat apakah drive utama laptop terdeteksi sebagai SSD atau HDD.

Langkahnya:

  1. Tekan Ctrl + Shift + Esc untuk membuka Task Manager.
  2. Jika tampilannya sederhana, klik More details.
  3. Masuk ke tab Performance.
  4. Klik bagian Disk 0, Disk 1, atau drive yang tersedia.
  5. Lihat keterangan jenis drive, biasanya tertulis SSD atau HDD.

Jika tertulis SSD, berarti laptop sudah memakai Solid State Drive. Jika tertulis HDD, berarti drive tersebut masih hard disk. Jika ada Disk 0 dan Disk 1, bisa jadi laptop memakai kombinasi SSD dan HDD.

Task Manager juga menampilkan aktivitas disk secara real-time, seperti active time, read speed, write speed, dan kapasitas. Jika disk sering 100% padahal hanya membuka aplikasi ringan, itu bisa menjadi tanda storage penuh, aplikasi berat, Windows update berjalan, atau drive bermasalah.

2. Cek SSD Laptop Lewat Device Manager

Device Manager bisa digunakan untuk melihat nama drive yang terpasang di laptop. Dari nama model drive, anda bisa mengetahui apakah perangkat tersebut SSD, NVMe, SATA SSD, atau HDD.

Langkahnya:

  1. Klik kanan tombol Start.
  2. Pilih Device Manager.
  3. Buka bagian Disk drives.
  4. Lihat daftar drive yang muncul.
  5. Catat nama model drive.
  6. Cari nama model tersebut jika ingin mengetahui detail spesifikasinya.

Contoh nama drive SSD biasanya mengandung merek atau seri seperti Samsung, Kingston, WD, Crucial, Adata, Lexar, SK hynix, Micron, Kioxia, atau istilah NVMe. Namun tidak semua nama drive langsung jelas. Jika nama drive berupa kode model, salin kode tersebut lalu cek detailnya dari sumber resmi atau spesifikasi produk.

3. Cek SSD Laptop Lewat Disk Management

Disk Management berguna untuk melihat jumlah drive, kapasitas, partisi, dan status penyimpanan laptop. Walaupun tidak selalu menampilkan tulisan SSD secara jelas, menu ini penting untuk memastikan drive terbaca normal oleh Windows.

Langkahnya:

  1. Klik kanan tombol Start.
  2. Pilih Disk Management.
  3. Lihat daftar disk seperti Disk 0, Disk 1, dan seterusnya.
  4. Cek kapasitas masing-masing disk.
  5. Lihat partisi seperti C:, D:, Recovery, EFI, atau partisi lain.

Disk Management berguna jika anda ingin memastikan apakah SSD baru sudah terbaca, apakah ada drive yang belum diberi huruf, atau apakah kapasitas SSD terbagi menjadi beberapa partisi.

Jika SSD baru terpasang tetapi tidak muncul di File Explorer, coba cek Disk Management. Bisa jadi SSD sudah terdeteksi tetapi belum diinisialisasi, belum dibuat partisi, atau belum diberi drive letter.

4. Cek SSD Laptop Lewat System Information

System Information menampilkan detail perangkat Windows, termasuk informasi storage. Cara ini cocok jika anda ingin melihat data sistem tanpa menginstall aplikasi tambahan.

Langkahnya:

  1. Tekan Windows + R.
  2. Ketik msinfo32.
  3. Tekan Enter.
  4. Buka menu Components.
  5. Pilih Storage.
  6. Klik Disks.
  7. Lihat informasi drive yang terpasang.

Di menu ini, anda bisa melihat informasi seperti model drive, ukuran, partisi, dan beberapa detail teknis. Jika ingin mengetahui apakah drive tersebut SSD atau HDD, perhatikan nama modelnya lalu cocokkan dengan informasi dari produsen.

5. Cek SSD Laptop Lewat PowerShell

Jika ingin cara yang lebih teknis, anda bisa cek SSD laptop menggunakan PowerShell. Cara ini cukup cepat karena Windows bisa menampilkan media type drive secara langsung.

Langkahnya:

  1. Klik kanan tombol Start.
  2. Pilih Terminal atau Windows PowerShell.
  3. Ketik perintah berikut:
Get-PhysicalDisk
  1. Tekan Enter.
  2. Lihat kolom MediaType.
  3. Jika tertulis SSD, berarti drive tersebut SSD.
  4. Jika tertulis HDD, berarti drive tersebut hard disk.

Perintah ini juga bisa menampilkan informasi seperti friendly name, operational status, health status, dan size. Jika MediaType tampil sebagai Unspecified, gunakan cara lain seperti Task Manager, Device Manager, atau aplikasi pengecek storage.

6. Cek SSD Laptop Lewat Command Prompt

Command Prompt juga bisa digunakan untuk mengecek drive laptop. Walaupun tidak selalu sejelas PowerShell, perintah tertentu bisa membantu melihat nama model dan status dasar disk.

Langkahnya:

  1. Klik Start.
  2. Ketik cmd.
  3. Buka Command Prompt.
  4. Ketik perintah berikut:
wmic diskdrive get model,mediaType,size,status
  1. Tekan Enter.
  2. Lihat model, tipe media, ukuran, dan status drive.

Jika kolom mediaType tidak menampilkan hasil yang jelas, gunakan nama model drive untuk memastikan jenis storage. Anda juga bisa memakai PowerShell karena biasanya lebih informatif untuk melihat MediaType.

7. Cek Kesehatan SSD dengan Aplikasi Bawaan atau Tools Resmi

Selain mengetahui apakah laptop memakai SSD, anda juga perlu mengecek kesehatan SSD. SSD yang mulai bermasalah bisa menyebabkan laptop lemot, file corrupt, aplikasi sering crash, Windows gagal booting, atau data sulit dibuka.

Beberapa merek SSD memiliki software resmi, misalnya:

  • Samsung Magician untuk SSD Samsung.
  • Crucial Storage Executive untuk SSD Crucial.
  • Kingston SSD Manager untuk SSD Kingston tertentu.
  • Western Digital Dashboard untuk SSD WD dan SanDisk.
  • Aplikasi bawaan produsen laptop jika tersedia.

Yang biasanya bisa dicek:

  • Health atau kesehatan SSD.
  • Total bytes written.
  • Suhu SSD.
  • Firmware SSD.
  • Interface yang digunakan.
  • Kecepatan baca dan tulis.
  • Sisa umur pakai berdasarkan data SMART.

Gunakan software resmi dari produsen SSD jika memungkinkan. Hindari aplikasi pengecek storage dari website tidak jelas karena bisa berisiko membawa iklan, malware, atau software tambahan yang tidak diperlukan.

8. Cek Kapasitas dan Sisa Ruang SSD di File Explorer

Cara cek SSD laptop juga bisa dilakukan dari File Explorer untuk melihat kapasitas dan sisa ruang penyimpanan. Cara ini tidak selalu menunjukkan jenis SSD, tetapi sangat penting untuk mengetahui apakah drive C hampir penuh.

Langkahnya:

  1. Buka File Explorer.
  2. Klik This PC.
  3. Lihat drive seperti Local Disk (C:) atau drive lain.
  4. Cek kapasitas total dan ruang kosong.
  5. Jika bar drive berwarna merah, storage hampir penuh.

SSD yang terlalu penuh bisa membuat laptop terasa lambat, update gagal, aplikasi tidak bisa install, game tidak bisa update, atau file tidak bisa disimpan. Usahakan selalu menyisakan ruang kosong yang cukup, terutama pada drive C.

Jika drive C penuh, hapus file tidak penting, kosongkan Recycle Bin, pindahkan file besar ke drive lain, uninstall aplikasi yang tidak digunakan, atau gunakan Storage Sense/Disk Cleanup.

9. Cek Jenis SSD: SATA, M.2 SATA, atau NVMe

Mengetahui laptop memakai SSD saja belum cukup jika anda ingin upgrade. Anda juga perlu tahu jenis SSD yang digunakan, apakah SATA 2.5 inch, M.2 SATA, atau M.2 NVMe. Jenis ini penting karena slot dan kecepatannya berbeda.

Jenis SSD Bentuk Catatan
SATA 2.5 inch Seperti hard disk laptop tipis Cocok untuk laptop yang punya bay 2.5 inch
M.2 SATA Keping kecil M.2 Bentuk mirip NVMe, tetapi protokol SATA
M.2 NVMe Keping kecil M.2 Lebih cepat dari SATA, memakai jalur PCIe

Cara mengeceknya:

  • Lihat spesifikasi resmi laptop berdasarkan model lengkap.
  • Cek nama model SSD dari Device Manager.
  • Cari detail SSD dari kode modelnya.
  • Gunakan aplikasi hardware info jika diperlukan.
  • Cek manual laptop jika ingin upgrade.

Jangan membeli SSD upgrade hanya berdasarkan ukuran kapasitas. Pastikan jenis SSD kompatibel dengan slot laptop. Beberapa laptop hanya mendukung SATA, beberapa hanya NVMe, dan beberapa mendukung keduanya tergantung model.

10. Kenali Tanda SSD Laptop Mulai Bermasalah

Cara cek SSD laptop tidak hanya melihat jenis dan kapasitas, tetapi juga mengenali tanda-tanda kerusakan. SSD yang bermasalah sebaiknya segera dibackup datanya sebelum kondisi memburuk.

Tanda SSD mulai bermasalah:

  • Laptop sering freeze mendadak.
  • Windows lama masuk padahal memakai SSD.
  • Aplikasi sering crash tanpa alasan jelas.
  • File tiba-tiba corrupt atau tidak bisa dibuka.
  • Windows sering masuk Automatic Repair.
  • Muncul pesan disk error.
  • SSD kadang terbaca, kadang hilang.
  • Laptop restart sendiri saat membuka file berat.
  • Instalasi aplikasi sering gagal.
  • Kecepatan baca tulis turun drastis.

Jika gejala ini muncul, jangan hanya fokus membersihkan file sampah. Lakukan backup data penting terlebih dahulu, lalu cek kesehatan SSD menggunakan tools resmi atau bantuan teknisi.

Kesalahan yang Harus Dihindari

Saat mencoba cara cek SSD laptop, hindari beberapa kesalahan berikut:

  • Jangan membongkar laptop hanya untuk mengecek SSD jika belum tahu risikonya.
  • Jangan membeli SSD upgrade sebelum memastikan jenis slot laptop.
  • Jangan menghapus partisi di Disk Management sembarangan.
  • Jangan format drive jika masih ada data penting.
  • Jangan mengabaikan drive C yang sudah merah atau hampir penuh.
  • Jangan percaya aplikasi pengecek SSD dari sumber tidak jelas.
  • Jangan menjalankan benchmark terlalu sering tanpa kebutuhan.
  • Jangan memaksa install Windows ulang sebelum backup data.
  • Jangan mengabaikan tanda SSD mulai rusak seperti file corrupt atau SSD sering hilang.
  • Jangan mencabut SSD eksternal saat proses transfer data berjalan.

Kesalahan paling berbahaya adalah salah menghapus partisi atau format drive. Jika anda tidak yakin, jangan ubah apa pun di Disk Management. Gunakan menu tersebut untuk melihat informasi saja.

Butuh Bantuan?

Jika cara cek SSD laptop menunjukkan drive tidak terbaca, SSD sering hilang, laptop masuk Automatic Repair, file corrupt, drive C penuh, atau anda ingin upgrade SSD tetapi belum tahu jenis yang cocok, anda bisa berkonsultasi dengan admin EngineerTech melalui tombol WhatsApp di kanan bawah website untuk mendapatkan bantuan awal, estimasi jarak cabang, estimasi budget, dan konsultasi 24 jam. Jika laptop perlu dicek langsung, anda bisa datang ke cabang terdekat EngineerTech.

Kesimpulan

Cara cek SSD laptop bisa dilakukan melalui Task Manager, Device Manager, Disk Management, System Information, PowerShell, Command Prompt, File Explorer, dan software resmi SSD. Dari sana, anda bisa mengetahui apakah laptop memakai SSD atau HDD, kapasitas drive, model SSD, partisi, sisa ruang, hingga kondisi awal storage.

Jika ingin upgrade, pastikan dulu jenis SSD yang didukung laptop, seperti SATA 2.5 inch, M.2 SATA, atau M.2 NVMe. Jika SSD mulai menunjukkan tanda bermasalah, segera backup data penting sebelum melakukan format, install ulang, atau penggantian drive.

Daftar Isi