Model 2-in-1 menarik bagi anda yang ingin satu perangkat untuk mengetik dan bekerja lalu beralih ke mode tablet saat membaca atau mencatat. Layarnya dapat diputar atau dilepas sehingga pemakaiannya terasa lebih fleksibel daripada laptop biasa.
Pilihan laptop yang bisa dilipat dan touchscreen kini tersedia dari kelas terjangkau hingga premium. Rekomendasi berikut membantu anda membandingkan performa dan kenyamanan layar serta kelengkapan stylus agar lebih mudah menemukan model yang sesuai dengan cara kerja dan budget.
1. HP OmniBook 5 Flip 14
HP OmniBook 5 Flip 14 menjadi salah satu pilihan paling menarik untuk pembeli yang ingin laptop 2-in-1 baru dengan spesifikasi modern. Di marketplace Indonesia, varian HP OmniBook 5 Flip 14 dengan Intel Core 5 120U, RAM 16 GB, SSD 512 GB, layar 14 inci 2K touchscreen, Windows 11, dan dukungan pen terlihat berada di kisaran Rp15 jutaan sampai Rp17 jutaan.
| Spesifikasi | Detail Perkiraan |
|---|---|
| Jenis | Convertible 2-in-1 / flip 360 derajat |
| Prosesor | Intel Core 5 120U atau setara, tergantung varian |
| RAM | 16 GB |
| Storage | SSD 512 GB |
| Layar | 14 inci 2K touchscreen |
| Stylus | Pada beberapa paket sudah termasuk pen, tetapi tetap cek toko |
| Harga baru | Sekitar Rp15.500.000–Rp17.500.000 |
| Harga bekas | Sekitar Rp11.500.000–Rp14.500.000, tergantung kondisi dan garansi |
Rekomendasi ini cocok untuk mahasiswa, pekerja kantoran, admin bisnis, guru, kreator ringan, dan pengguna yang sering meeting. RAM 16 GB sudah lebih aman untuk penggunaan beberapa tahun dibanding laptop 8 GB, terutama jika anda sering membuka banyak tab browser, Canva, Microsoft Office, Zoom, WhatsApp Desktop, dan aplikasi lain bersamaan.
Kelemahannya, harga masih cukup tinggi untuk pengguna yang hanya butuh laptop dasar. Selain itu, pastikan varian yang dibeli benar-benar Flip 2-in-1, bukan OmniBook biasa, karena nama seri HP bisa mirip.
2. Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 14
Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 14 cocok untuk pengguna yang ingin laptop lipat touchscreen baru dengan desain lebih modern dan performa kelas menengah. Di marketplace, ada listing Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 14 dengan Intel Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, Windows 11, dan layar 14 inci WUXGA pada kisaran sekitar Rp19 jutaan.
| Spesifikasi | Detail Perkiraan |
|---|---|
| Jenis | Convertible 2-in-1 360 derajat |
| Prosesor | Intel Core Ultra 5 atau varian setara |
| RAM | 16 GB |
| Storage | SSD 512 GB |
| Layar | 14 inci WUXGA touchscreen |
| Stylus | Tergantung paket penjualan |
| Harga baru | Sekitar Rp17.500.000–Rp20.500.000 |
| Harga bekas | Sekitar Rp13.000.000–Rp16.500.000 |
Laptop ini cocok untuk pengguna yang ingin perangkat jangka panjang dengan RAM 16 GB, desain fleksibel, dan performa cukup kuat untuk kerja harian. Untuk mengetik, meeting, browsing, multitasking, presentasi, mencatat, dan editing ringan, Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 sudah cukup nyaman.
Catatan pentingnya, cek apakah RAM bisa di-upgrade atau sudah soldered. Banyak laptop tipis 2-in-1 memakai RAM onboard, sehingga pilihan RAM saat beli sangat penting.
3. ASUS Zenbook 14 Flip OLED UP3404
ASUS Zenbook 14 Flip OLED cocok untuk pembeli yang mengutamakan kualitas layar. ASUS menyebut Zenbook 14 Flip OLED UP3404 memiliki layar 14 inci 16:10 2.8K OLED HDR touchscreen dan mendukung stylus MPP 2.0 dengan 4096 tingkat tekanan. Di marketplace Indonesia, varian i7-1360P, RAM 16 GB, SSD 1 TB terlihat di kisaran Rp16,9 juta sampai Rp24 juta, tergantung toko dan paket.
| Spesifikasi | Detail Perkiraan |
|---|---|
| Jenis | Convertible 2-in-1 360 derajat |
| Prosesor | Intel Core i7-1360P atau varian lain |
| RAM | 16 GB |
| Storage | SSD 1 TB pada banyak varian UP3404 |
| Layar | 14 inci 2.8K OLED touchscreen, rasio 16:10 |
| Stylus | Mendukung stylus MPP 2.0, cek kelengkapan paket |
| Harga baru | Sekitar Rp17.000.000–Rp24.000.000 |
| Harga bekas | Sekitar Rp12.500.000–Rp17.500.000 |
Ini pilihan yang bagus untuk pekerja kreatif ringan, mahasiswa desain, pengguna yang sering membaca dokumen, membuat presentasi visual, mencatat dengan stylus, atau ingin layar yang tajam dan warna lebih hidup.
Kekurangannya, layar OLED perlu dirawat dengan kebiasaan yang baik. Hindari brightness terlalu tinggi terus-menerus pada tampilan statis, gunakan sleep otomatis, dan jangan membiarkan elemen layar yang sama menyala terlalu lama.
4. Acer Aspire Go Spin 14 / Aspire 3 Spin 14
Acer Aspire Go Spin 14 atau Aspire 3 Spin 14 cocok untuk pembeli yang ingin laptop lipat touchscreen baru dengan harga lebih masuk akal. Acer Indonesia menyebut Aspire 3 Spin 14 sebagai laptop konvertibel dengan layar sentuh responsif dan dukungan Active Stylus pada varian tertentu. Di Blibli, Acer Aspire Go Spin 14 dengan Intel Core 3 N355, RAM 8 GB, SSD 512 GB, layar 14 inci WUXGA IPS touch, dan Windows 11 terlihat di kisaran Rp9,2 juta sampai Rp10,6 juta.
| Spesifikasi | Detail Perkiraan |
|---|---|
| Jenis | Convertible 2-in-1 360 derajat |
| Prosesor | Intel Core 3 N355 / varian sekelas |
| RAM | 8 GB LPDDR5 pada beberapa varian |
| Storage | SSD 512 GB |
| Layar | 14 inci WUXGA IPS touchscreen |
| Stylus | Dukungan Active Stylus tergantung varian |
| Harga baru | Sekitar Rp9.000.000–Rp11.500.000 |
| Harga bekas | Sekitar Rp6.500.000–Rp8.500.000 |
Ini salah satu pilihan paling realistis untuk pelajar, mahasiswa, guru, dan pengguna rumahan yang butuh laptop touchscreen lipat tanpa budget terlalu tinggi. Untuk Microsoft Office, Google Docs, browsing, kelas online, meeting, dan membaca PDF, spesifikasinya sudah cukup.
Namun, untuk editing berat, desain profesional, banyak aplikasi bersamaan, atau penggunaan jangka panjang yang lebih aman, RAM 8 GB bisa terasa terbatas. Jika ada varian 16 GB dengan harga masuk akal, varian tersebut lebih menarik.
5. HP Pavilion x360 14
HP Pavilion x360 14 adalah pilihan populer untuk laptop touchscreen lipat kelas pelajar sampai pekerja harian. Di marketplace, varian HP Pavilion x360 dengan Intel Core i3-1215U, RAM 8 GB, SSD 512 GB, Windows 11, layar 14 inci FHD IPS flip touchscreen terlihat di kisaran sekitar Rp10,7 juta.
| Spesifikasi | Detail Perkiraan |
|---|---|
| Jenis | Convertible x360 / flip 360 derajat |
| Prosesor | Intel Core i3-1215U, i5, atau varian lain tergantung model |
| RAM | 8 GB atau 16 GB tergantung varian |
| Storage | SSD 512 GB pada banyak varian baru |
| Layar | 14 inci FHD IPS touchscreen |
| Stylus | Tergantung varian dan paket |
| Harga baru | Sekitar Rp10.000.000–Rp14.500.000 |
| Harga bekas | Sekitar Rp6.000.000–Rp10.000.000 |
HP Pavilion x360 cocok untuk pengguna yang ingin merek familiar, desain fleksibel, dan harga tidak setinggi seri premium. Mode tent berguna untuk menonton atau presentasi kecil, sementara mode tablet cocok untuk membaca dokumen dan catatan singkat.
Jika membeli bekas, fokus cek engsel, touchscreen, baterai, dan kondisi layar. Pavilion x360 cukup banyak beredar di pasar bekas, sehingga variasi kondisi unit bisa sangat berbeda.
6. Lenovo ThinkPad Yoga L380 / L390 Bekas
Untuk pembeli yang mencari laptop lipat touchscreen murah, Lenovo ThinkPad Yoga L380 atau L390 bekas sering menjadi pilihan menarik. Di marketplace, ThinkPad Yoga L380 dengan prosesor Intel Core i5 generasi ke-8, RAM 8 GB, SSD 256 GB, dan touchscreen bisa ditemukan sekitar Rp2,9 juta sampai Rp5 jutaan, tergantung kondisi, RAM, SSD, dan kelengkapan stylus.
| Spesifikasi | Detail Perkiraan |
|---|---|
| Jenis | Convertible 360 derajat, kelas bisnis bekas |
| Prosesor | Intel Core i5/i7 generasi ke-8, tergantung unit |
| RAM | 8 GB atau 16 GB, tergantung unit |
| Storage | SSD 256 GB, 512 GB, atau 1 TB, tergantung upgrade penjual |
| Layar | 13,3 inci FHD touchscreen |
| Stylus | Beberapa unit memiliki garasi stylus bawaan, cek kelengkapan |
| Harga baru | Umumnya sudah tidak dijual baru resmi |
| Harga bekas | Sekitar Rp3.000.000–Rp5.500.000 |
Keunggulan ThinkPad Yoga bekas ada pada build quality kelas bisnis, keyboard nyaman, dan harga yang lebih terjangkau. Ini cocok untuk pelajar, mahasiswa, penulis, admin, dan pengguna yang ingin laptop 2-in-1 murah untuk kerja ringan.
Kekurangannya, usia perangkat sudah cukup tua. Baterai bisa menurun, layar bisa mulai pudar, engsel bisa longgar, dan garansi biasanya hanya dari toko. Jangan beli tanpa tes menyeluruh.
7. Lenovo ThinkPad Yoga L13 Bekas
ThinkPad Yoga L13 bekas cocok untuk pembeli yang ingin kelas bisnis lebih baru dibanding L380. Di marketplace, ada listing ThinkPad Yoga L13 dengan konfigurasi seperti Intel Core generasi lebih baru, RAM 16 GB sampai 24 GB, SSD 512 GB sampai 1 TB, dan stylus pada kisaran Rp4 jutaan ke atas, tergantung unit.
| Spesifikasi | Detail Perkiraan |
|---|---|
| Jenis | Convertible 360 derajat, kelas bisnis |
| Prosesor | Intel Core i5/i7, tergantung generasi unit |
| RAM | 16 GB–24 GB pada beberapa listing bekas |
| Storage | SSD 512 GB–1 TB, tergantung upgrade |
| Layar | 13,3 inci touchscreen |
| Stylus | Banyak unit ThinkPad Yoga mendukung stylus, cek fisik |
| Harga baru | Tergantung generasi; varian lama umumnya tidak tersedia resmi |
| Harga bekas | Sekitar Rp4.000.000–Rp8.000.000 |
Ini pilihan menarik untuk orang yang ingin laptop touchscreen lipat dengan rasa bisnis, bukan sekadar laptop consumer. Keyboard ThinkPad biasanya nyaman untuk mengetik panjang, sehingga cocok untuk kerja dokumen, admin, penulisan, laporan, dan kuliah.
Namun, karena kebanyakan unit adalah bekas korporat, anda harus cek kondisi baterai, layar, keyboard, stylus, BIOS, port, dan kesehatan SSD. Jangan hanya tergiur RAM besar jika fisik dan baterainya kurang sehat.
8. Dell Latitude 7210 2-in-1 Bekas
Dell Latitude 7210 2-in-1 adalah perangkat detachable, bukan laptop lipat engsel 360 derajat. Bentuknya lebih mirip tablet Windows dengan keyboard yang bisa dilepas. Di marketplace, Dell Latitude 7210 2-in-1 Core i7 generasi ke-10, RAM 16 GB, SSD 512 GB, layar 12 inci touchscreen, terlihat di kisaran sekitar Rp7 jutaan.
| Spesifikasi | Detail Perkiraan |
|---|---|
| Jenis | Detachable 2-in-1 |
| Prosesor | Intel Core i5/i7 generasi ke-10, tergantung unit |
| RAM | 8 GB atau 16 GB |
| Storage | SSD 256 GB atau 512 GB |
| Layar | 12 inci touchscreen |
| Stylus | Tergantung paket penjualan |
| Harga baru | Umumnya tidak umum tersedia baru resmi |
| Harga bekas | Sekitar Rp5.500.000–Rp8.500.000 |
Perangkat ini cocok untuk pengguna yang lebih sering membaca, mencatat, presentasi mobile, atau membutuhkan tablet Windows ringan. Karena keyboard bisa dilepas, pengalaman tablet terasa lebih natural dibanding laptop 360 derajat yang keyboardnya tetap menempel di belakang layar.
Kekurangannya, mengetik di pangkuan biasanya tidak senyaman laptop biasa. Selain itu, pastikan keyboard detachable, charger, baterai, dan stand belakang masih normal.
9. Microsoft Surface Pro 9 / Surface Pro 11
Microsoft Surface Pro cocok untuk pengguna yang ingin tablet Windows premium dengan keyboard tambahan. Microsoft menyebut Surface Pro sebagai perangkat 2-in-1 dengan layar 13 inci, opsi OLED atau LCD pada model tertentu, WiFi 7, dan bobot ringan pada lini terbaru. Di pasar Indonesia, Surface Pro 9 dan Surface Pro 11 terlihat sangat bervariasi, misalnya Surface Pro 9 i5/8 GB/256 GB sekitar Rp19,9 juta dan Surface Pro 11 Snapdragon 16 GB/512 GB sekitar Rp20,3 juta di Blibli.
| Spesifikasi | Detail Perkiraan |
|---|---|
| Jenis | Detachable 2-in-1 premium |
| Prosesor | Intel Core i5/i7, Snapdragon X, atau Core Ultra tergantung generasi |
| RAM | 8 GB, 16 GB, 32 GB, atau lebih pada model tertentu |
| Storage | SSD 256 GB, 512 GB, atau 1 TB |
| Layar | Sekitar 13 inci touchscreen resolusi tinggi |
| Stylus | Surface Pen/Slim Pen biasanya tergantung paket |
| Harga baru | Sekitar Rp19.000.000–Rp35.000.000+ |
| Harga bekas | Sekitar Rp9.000.000–Rp20.000.000, tergantung generasi |
Surface Pro cocok untuk konsultan, dosen, pebisnis, pengguna mobile, pencatat digital, dan orang yang ingin perangkat tipis untuk kerja ringan-menengah. Untuk menggambar dan menulis tangan, pengalaman Surface biasanya cukup baik jika memakai pen yang sesuai.
Kekurangannya, keyboard dan pen sering dijual terpisah. Harga aksesori bisa cukup mahal. Selain itu, model Snapdragon perlu dicek kompatibilitas aplikasinya, terutama jika anda memakai software Windows lama atau aplikasi teknis tertentu.
10. HP Spectre x360 Bekas atau Baru Lama
HP Spectre x360 adalah lini 2-in-1 premium HP yang cocok untuk pengguna yang ingin desain mewah, layar bagus, bodi tipis, dan pengalaman convertible yang lebih matang. Di marketplace, HP Spectre x360 generasi lama seperti i7-1165G7 dengan SSD 1 TB masih terlihat di kisaran Rp23 juta sampai Rp25 juta pada beberapa listing, meskipun stok dan status baru/bekas perlu dicek teliti.
| Spesifikasi | Detail Perkiraan |
|---|---|
| Jenis | Convertible x360 premium |
| Prosesor | Intel Core i5/i7, tergantung generasi |
| RAM | 8 GB atau 16 GB |
| Storage | SSD 512 GB atau 1 TB |
| Layar | 13–14 inci touchscreen, beberapa varian OLED |
| Stylus | Tergantung paket |
| Harga baru/stok lama | Sekitar Rp20.000.000–Rp28.000.000, sangat tergantung stok |
| Harga bekas | Sekitar Rp9.000.000–Rp16.000.000 |
Spectre x360 cocok untuk pengguna premium yang mementingkan desain, layar, dan portabilitas. Untuk kerja kantor, presentasi, meeting, menulis, dan konsumsi konten, laptop ini terasa nyaman.
Namun, karena banyak unit yang beredar adalah generasi lama, anda harus mengecek baterai, engsel, suhu, layar, dan kondisi bodi. Laptop premium bekas tetap bisa mahal jika kondisinya bagus dan kelengkapannya penuh.
11. ADVAN Evo-X 2-in-1
ADVAN Evo-X 2-in-1 menarik untuk pembeli yang ingin perangkat detachable touchscreen dengan harga relatif terjangkau. Di marketplace, ADVAN Evo-X 2-in-1 13 inci touchscreen detachable 2.5K dengan Intel N100, RAM 12 GB, SSD 512 GB, Windows 11, dan stylus terlihat sekitar Rp6,1 juta.
| Spesifikasi | Detail Perkiraan |
|---|---|
| Jenis | Detachable 2-in-1 |
| Prosesor | Intel N100 |
| RAM | 12 GB |
| Storage | SSD 512 GB |
| Layar | 13 inci touchscreen 2.5K |
| Stylus | Pada beberapa paket sudah termasuk stylus |
| Harga baru | Sekitar Rp5.800.000–Rp6.800.000 |
| Harga bekas | Sekitar Rp4.000.000–Rp5.500.000 |
Ini cocok untuk pengguna yang butuh perangkat murah untuk mengetik ringan, browsing, membaca dokumen, meeting, dan catatan. Layar 2.5K menjadi nilai menarik di kelas harganya.
Kekurangannya, Intel N100 bukan prosesor untuk pekerjaan berat. Jangan berharap performa setara Core i5 modern. Perangkat ini lebih cocok untuk penggunaan ringan, bukan editing berat, desain besar, atau multitasking ekstrem.
12. HP ProBook x360 Bekas
HP ProBook x360 bekas bisa menjadi pilihan paling murah untuk pembeli yang ingin laptop lipat touchscreen sekadar untuk belajar, mengetik, browsing, dan kelas online. Di marketplace, HP ProBook x360 bekas dengan prosesor kelas Core M atau varian lama terlihat mulai sekitar Rp2 jutaan.
| Spesifikasi | Detail Perkiraan |
|---|---|
| Jenis | Convertible x360 bekas |
| Prosesor | Intel Core M, Pentium, Celeron, atau Core i generasi lama, tergantung unit |
| RAM | 4 GB atau 8 GB |
| Storage | SSD 128 GB, 256 GB, atau upgrade penjual |
| Layar | 11–13 inci touchscreen, tergantung model |
| Stylus | Umumnya tidak selalu ada |
| Harga baru | Umumnya tidak tersedia baru resmi |
| Harga bekas | Sekitar Rp2.000.000–Rp4.000.000 |
Ini pilihan untuk budget sangat terbatas. Cocok untuk anak sekolah, belajar online ringan, mengetik, membuka PDF, dan browsing sederhana.
Namun, anda perlu sangat teliti. Unit murah biasanya punya kompromi: baterai lemah, layar mulai kusam, engsel longgar, RAM kecil, storage kecil, atau performa lambat. Jangan pilih model ini jika anda butuh laptop utama untuk kerja berat.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membeli Laptop 2-in-1
Kesalahan pertama adalah mengira semua laptop touchscreen bisa dilipat. Ada laptop biasa yang touchscreen tetapi engselnya tetap normal. Jika anda ingin mode tablet, cari kata seperti 2-in-1, convertible, flip, x360, Yoga, Spin, atau detachable.
Kesalahan kedua adalah membeli RAM terlalu kecil. Banyak laptop 2-in-1 tipis memakai RAM onboard, sehingga tidak bisa di-upgrade. Jika budget memungkinkan, pilih RAM 16 GB dari awal.
Kesalahan ketiga adalah mengabaikan harga stylus dan keyboard tambahan. Pada perangkat detachable seperti Surface Pro atau Dell Latitude 7210, keyboard dan pen bisa saja dijual terpisah. Pastikan kelengkapan paket sebelum membandingkan harga.
Kesalahan keempat adalah membeli unit bekas tanpa cek engsel. Pada laptop lipat, engsel rusak bisa merembet ke casing, fleksibel layar, bahkan panel. Biaya perbaikannya bisa membuat harga murah menjadi tidak menarik lagi.
Konsultasikan Jika Laptop 2-in-1 Mulai Bermasalah
Jika laptop lipat touchscreen anda mulai bermasalah, sebaiknya jangan langsung dibongkar sendiri, terutama jika kendalanya ada pada engsel, layar, touchscreen, baterai tanam, port charger, atau motherboard. Komponen laptop 2-in-1 cenderung lebih rapat dan fleksibelnya lebih sensitif dibanding laptop biasa.
Anda bisa berkonsultasi dengan admin EngineerTech melalui tombol WhatsApp di kanan bawah website untuk mendapatkan bantuan awal, estimasi jarak cabang, estimasi budget, dan konsultasi 24 jam. Jika diperlukan pengecekan lebih lanjut, anda juga bisa datang ke cabang terdekat EngineerTech agar laptop bisa diperiksa sesuai kondisi engsel, layar, touchscreen, baterai, dan performanya.
Kesimpulan
Laptop yang bisa dilipat dan touchscreen paling cocok untuk pengguna yang ingin perangkat fleksibel untuk mengetik, presentasi, membaca, mencatat, meeting, dan penggunaan tablet sesekali. Untuk pembelian baru, HP OmniBook 5 Flip, Lenovo IdeaPad 5 2-in-1, ASUS Zenbook 14 Flip OLED, Acer Aspire Go Spin, dan HP Pavilion x360 menjadi pilihan yang cukup relevan.
Untuk pembelian bekas, ThinkPad Yoga, Dell Latitude 2-in-1, Surface Pro, dan HP ProBook x360 bisa lebih hemat, tetapi wajib dicek fisik, baterai, engsel, layar, touchscreen, stylus, dan garansi toko. Jangan hanya mengejar harga murah; pada laptop 2-in-1, kondisi engsel dan layar sering lebih menentukan kenyamanan jangka panjang daripada spesifikasi di atas kertas.





