11 Cara Efektif Mengatasi Laptop Lemot Windows 11

Ringkasan Cepat:

  • Laptop lemot Windows 11 bisa disebabkan startup apps, RAM penuh, storage hampir habis, driver bermasalah, malware, atau hardware mulai lemah.
  • Langkah awal yang aman adalah cek Task Manager untuk melihat aplikasi yang memakai CPU, RAM, Disk, atau GPU terlalu tinggi.
  • Matikan startup apps dan background apps yang tidak penting agar laptop lebih ringan saat baru dinyalakan.
  • Bersihkan storage, uninstall aplikasi tidak dipakai, update Windows-driver, dan scan malware sebelum melakukan reset.
  • Jika tetap lemot setelah semua langkah software, cek kemungkinan masalah SSD/HDD, RAM, suhu, kipas, atau baterai.

Views: 106

Laptop lemot Windows 11 bisa terjadi karena banyak penyebab: aplikasi startup terlalu banyak, RAM penuh, storage hampir habis, update berjalan di background, driver bermasalah, efek malware, sampai SSD atau hard disk yang mulai lemah. Windows 11 memang punya tampilan dan fitur lebih modern, tetapi tetap bisa terasa berat jika perangkat tidak dirawat atau spesifikasinya sudah pas-pasan.

Artikel ini membahas 11 cara mengatasi laptop lemot Windows 11 secara bertahap, dari langkah paling aman sampai opsi pemulihan yang lebih serius. Mulailah dari pengecekan ringan seperti Task Manager, startup apps, storage, dan update sebelum melakukan reset Windows, karena beberapa langkah lanjutan bisa menghapus aplikasi atau memengaruhi data.

1. Cek Aplikasi yang Membuat Laptop Berat lewat Task Manager

Langkah pertama untuk mengatasi laptop lemot Windows 11 adalah melihat aplikasi mana yang sedang membebani sistem. Banyak pengguna merasa laptop tiba-tiba lambat, padahal penyebabnya hanya satu aplikasi yang memakai CPU, RAM, disk, atau GPU terlalu tinggi.

Task Manager adalah alat bawaan Windows yang paling mudah untuk melihat kondisi ini. Dari sini, anda bisa mengetahui apakah laptop lemot karena browser terlalu banyak tab, aplikasi meeting, update Windows, antivirus scan, game launcher, aplikasi desain, atau program lain yang berjalan di background.

Langkahnya:

  1. Tekan Ctrl + Shift + Esc.
  2. Buka tab Processes.
  3. Lihat kolom CPU, Memory, Disk, dan GPU.
  4. Klik salah satu kolom tersebut untuk mengurutkan penggunaan tertinggi.
  5. Cari aplikasi yang memakai resource terlalu besar.
  6. Jika aplikasi tidak diperlukan, klik aplikasi tersebut lalu pilih End task.

Gunakan langkah ini dengan hati-hati. Tutup hanya aplikasi yang anda kenali, seperti browser, game, aplikasi edit, aplikasi chat, atau program yang memang anda buka sendiri. Jangan asal menutup proses Windows, driver, antivirus utama, atau proses sistem yang tidak anda pahami.

Jika setelah menutup aplikasi tertentu laptop langsung ringan, berarti masalahnya bukan selalu dari Windows 11, tetapi dari beban aplikasi. Untuk mencegahnya terulang, kurangi aplikasi yang dibuka bersamaan, batasi tab browser, dan tutup aplikasi berat setelah selesai digunakan.

2. Matikan Aplikasi Startup yang Tidak Diperlukan

Banyak laptop Windows 11 terasa lemot sejak baru dinyalakan karena terlalu banyak aplikasi ikut berjalan otomatis. Aplikasi seperti launcher game, cloud storage, aplikasi printer, updater, chat, meeting, dan software bawaan merek laptop bisa aktif setiap kali login.

Microsoft menjelaskan bahwa startup apps bisa dikonfigurasi lewat Task Manager, termasuk menonaktifkan aplikasi agar tidak otomatis berjalan saat anda masuk Windows. Task Manager juga menampilkan dampak startup aplikasi terhadap pengalaman booting. :contentReference[oaicite:0]{index=0}

Langkah mematikan startup apps:

  1. Klik kanan tombol Start.
  2. Pilih Task Manager.
  3. Masuk ke tab Startup apps.
  4. Lihat daftar aplikasi yang aktif saat startup.
  5. Pilih aplikasi yang tidak perlu langsung berjalan.
  6. Klik Disable.
  7. Restart laptop untuk merasakan efeknya.

Aplikasi yang biasanya aman dipertimbangkan untuk dimatikan dari startup antara lain aplikasi chat yang jarang dipakai, launcher game, updater aplikasi tertentu, aplikasi cloud jika tidak selalu dibutuhkan, atau software tambahan dari printer. Namun, jangan menonaktifkan driver touchpad, audio, keamanan, atau aplikasi sistem yang tidak anda pahami.

Jika laptop terasa lebih cepat setelah startup apps dikurangi, berarti penyebab utamanya adalah beban aplikasi awal. Ini termasuk salah satu cara paling aman dan efektif untuk laptop Windows 11 yang lambat saat baru menyala.

3. Bersihkan Storage yang Hampir Penuh

Storage yang hampir penuh bisa membuat laptop Windows 11 terasa lambat. Sistem membutuhkan ruang kosong untuk update, cache, file sementara, virtual memory, dan proses aplikasi. Jika drive C terlalu penuh, laptop bisa lambat membuka aplikasi, gagal update, sering freeze, atau muncul peringatan storage penuh.

Microsoft menyarankan pengguna menghapus aplikasi yang tidak digunakan untuk mengosongkan ruang dan membantu performa, karena aplikasi yang tidak dipakai bisa memakan storage serta menambah aktivitas background. :contentReference[oaicite:1]{index=1}

Langkah membersihkan storage Windows 11:

  1. Buka Settings.
  2. Pilih System.
  3. Masuk ke Storage.
  4. Cek kategori file yang memakan ruang.
  5. Pilih Temporary files.
  6. Centang file sementara yang aman dihapus.
  7. Klik Remove files.

Selain itu, cek folder Downloads, Desktop, Videos, dan folder kerja yang berisi file besar. File video, installer lama, file ZIP, backup HP, file editing, dan game biasanya memakan ruang lebih besar daripada dokumen biasa.

Sebelum menghapus file, pastikan tidak ada data penting. Untuk file kerja, foto keluarga, skripsi, laporan, database, atau file klien, buat backup ke hard disk eksternal, flashdisk, OneDrive, Google Drive, atau media lain yang aman.

Jika storage sudah penuh karena aplikasi besar atau game, uninstall aplikasi yang tidak digunakan. Jangan menghapus folder sistem seperti Windows, Program Files, ProgramData, atau System32 secara manual karena bisa membuat Windows atau aplikasi rusak.

4. Uninstall Aplikasi yang Tidak Dipakai

Laptop lemot Windows 11 sering terjadi karena terlalu banyak aplikasi terpasang. Meski tidak dibuka langsung, beberapa aplikasi tetap menjalankan service, updater, notifikasi, atau proses background. Ini membuat laptop lebih berat, terutama jika RAM kecil dan storage terbatas.

Microsoft menyebutkan bahwa aplikasi yang tidak lagi digunakan bisa dihapus melalui Settings > Apps > Installed apps, lalu memilih aplikasi dan menekan Uninstall. :contentReference[oaicite:2]{index=2}

Langkah uninstall aplikasi:

  1. Buka Settings.
  2. Pilih Apps.
  3. Masuk ke Installed apps.
  4. Cari aplikasi yang tidak digunakan.
  5. Klik ikon titik tiga di samping aplikasi.
  6. Pilih Uninstall.
  7. Ikuti instruksi sampai selesai.

Aplikasi yang bisa dipertimbangkan untuk dihapus antara lain game lama, aplikasi trial, software bawaan yang tidak pernah dipakai, aplikasi duplikat, toolbar, aplikasi pembersih tidak jelas, atau program yang terpasang tanpa anda sadari.

Namun, jangan asal menghapus driver, aplikasi audio, control center merek laptop, aplikasi keamanan, atau software kerja yang masih dibutuhkan. Jika ragu, cari tahu dulu fungsi aplikasinya sebelum uninstall.

Setelah uninstall beberapa aplikasi, restart laptop. Ini membantu Windows menyegarkan proses dan memastikan aplikasi yang dihapus tidak lagi berjalan di background.

5. Matikan Background Apps yang Tidak Penting

Beberapa aplikasi tetap berjalan di background meski tidak sedang anda buka. Aplikasi seperti chat, kalender, cloud sync, news, widget, aplikasi toko, atau software tertentu bisa memakai RAM, CPU, disk, dan internet. Pada laptop dengan RAM 4 GB atau 8 GB, background apps bisa terasa cukup membebani.

Microsoft menjelaskan bahwa beberapa aplikasi dapat menjalankan proses background, dan menonaktifkan izin background dapat membantu performa. Pengaturannya bisa dilakukan melalui Settings > Apps > Installed apps, lalu membuka Advanced options untuk aplikasi tertentu jika opsi tersedia. :contentReference[oaicite:3]{index=3}

Langkahnya:

  1. Buka Settings.
  2. Pilih Apps.
  3. Masuk ke Installed apps.
  4. Cari aplikasi yang ingin dibatasi.
  5. Klik ikon titik tiga.
  6. Pilih Advanced options jika tersedia.
  7. Pada Background app permissions, pilih Never.

Tidak semua aplikasi menampilkan opsi background permissions. Jika opsi tidak ada, anda bisa menutup aplikasi dari tray icon, mematikan startup, atau mengatur langsung dari pengaturan aplikasi tersebut.

Batasi aplikasi yang tidak penting, tetapi jangan mematikan background app yang benar-benar dibutuhkan, misalnya aplikasi sinkronisasi kerja, keamanan, atau aplikasi komunikasi yang memang harus menerima notifikasi real-time.

6. Update Windows dan Driver Secara Benar

Windows 11 bisa lemot karena bug, driver tidak cocok, update tertunda, atau komponen sistem yang belum diperbarui. Driver yang bermasalah bisa memengaruhi WiFi, audio, touchpad, grafik, baterai, storage, bahkan performa umum laptop.

Langkah update Windows 11:

  1. Buka Settings.
  2. Pilih Windows Update.
  3. Klik Check for updates.
  4. Instal update yang tersedia.
  5. Restart laptop jika diminta.

Untuk driver, gunakan sumber resmi. Anda bisa memakai Windows Update, aplikasi resmi merek laptop seperti MyASUS, Lenovo Vantage, HP Support Assistant, Dell SupportAssist, Acer Care Center, MSI Center, atau halaman support resmi sesuai merek laptop.

Jangan mengunduh driver dari website tidak jelas. Driver yang salah bisa membuat perangkat makin bermasalah, misalnya layar berkedip, WiFi hilang, audio tidak keluar, touchpad error, atau laptop makin lambat.

Jika laptop justru lemot setelah update tertentu, catat update terakhir yang terpasang. Pada beberapa kasus, rollback driver atau uninstall update tertentu bisa diperlukan. Namun, lakukan dengan hati-hati dan jangan menghapus update keamanan sembarangan jika tidak tahu dampaknya.

7. Scan Malware, Adware, dan Aplikasi Mencurigakan

Laptop lemot Windows 11 juga bisa disebabkan malware atau adware. Tanda yang sering muncul adalah browser membuka tab sendiri, banyak iklan pop-up, search engine berubah sendiri, aplikasi asing muncul, laptop berat meski tidak membuka program besar, atau koneksi internet terasa lambat tanpa alasan jelas.

Langkah scan dengan Windows Security:

  1. Buka Start.
  2. Ketik Windows Security.
  3. Pilih Virus & threat protection.
  4. Klik Quick scan.
  5. Jika perlu, pilih Scan options lalu jalankan Full scan.

Selain scan, cek juga aplikasi yang baru diinstal. Buka Settings > Apps > Installed apps, lalu urutkan berdasarkan tanggal instalasi jika tersedia. Hapus aplikasi yang mencurigakan atau tidak anda kenal, tetapi tetap berhati-hati agar tidak menghapus program penting.

Cek ekstensi browser juga. Banyak kasus laptop terasa lemot karena ekstensi browser yang terlalu banyak atau tidak terpercaya. Hapus ekstensi yang tidak diperlukan, terutama yang mengubah mesin pencari, menampilkan iklan, atau meminta izin akses berlebihan.

Hindari menginstal banyak antivirus sekaligus. Dua atau tiga antivirus aktif bersamaan bisa membuat laptop berat dan konflik. Untuk banyak pengguna, Windows Security sudah cukup jika kebiasaan download aman dan tidak memakai aplikasi bajakan.

8. Kurangi Efek Visual Windows 11

Windows 11 memiliki tampilan modern dengan animasi, transparansi, dan efek visual. Pada laptop dengan spesifikasi rendah atau perangkat lama yang baru upgrade ke Windows 11, efek visual bisa membuat sistem terasa lebih berat.

Anda bisa mengurangi efek visual agar laptop terasa lebih responsif. Ini tidak membuat hardware menjadi lebih kuat, tetapi bisa mengurangi beban tampilan dan membuat navigasi terasa lebih ringan.

Langkah mematikan efek transparansi dan animasi:

  1. Buka Settings.
  2. Pilih Accessibility.
  3. Masuk ke Visual effects.
  4. Matikan Transparency effects.
  5. Matikan Animation effects jika ingin tampilan lebih ringan.

Anda juga bisa mengatur performa visual dari menu System Properties:

  1. Tekan Windows, lalu ketik advanced system settings.
  2. Buka View advanced system settings.
  3. Pada bagian Performance, klik Settings.
  4. Pilih Adjust for best performance atau atur manual efek yang ingin dimatikan.
  5. Klik Apply.

Jika tampilan Windows terasa terlalu “kaku” setelah semua efek dimatikan, anda bisa mengaktifkan beberapa efek yang masih nyaman. Tujuannya bukan membuat laptop terlihat jadul, tetapi mengurangi beban visual yang tidak terlalu penting.

9. Cek Kesehatan SSD atau Hard Disk

Jika laptop Windows 11 sangat lemot, sering freeze, membuka aplikasi lama, booting terlalu panjang, atau disk usage sering 100%, penyebabnya bisa berasal dari storage. Laptop yang masih memakai hard disk biasanya jauh lebih lambat dibanding SSD. Sementara SSD yang mulai bermasalah juga bisa membuat sistem tidak stabil.

Tanda storage bermasalah:

  • Laptop sering freeze tanpa sebab jelas.
  • Booting sangat lama.
  • Aplikasi sering not responding.
  • File lambat dibuka atau disimpan.
  • Windows sering gagal update.
  • Disk usage 100% terus di Task Manager.
  • Muncul error saat copy file.

Jika laptop masih memakai HDD, upgrade ke SSD biasanya menjadi salah satu cara paling terasa untuk meningkatkan performa. Windows 11 lebih nyaman berjalan di SSD karena proses booting, membuka aplikasi, update, dan multitasking jauh lebih cepat.

Jika sudah memakai SSD tetapi laptop tetap lemot, cek kesehatan SSD dengan aplikasi monitoring yang terpercaya atau melalui pengecekan teknisi. Jangan abaikan tanda storage bermasalah jika ada data penting. Prioritas utama adalah backup data sebelum kondisi storage makin buruk.

Jika storage mulai gagal, terlalu sering restart paksa, instal ulang, atau memindahkan file besar bisa meningkatkan risiko data sulit diselamatkan. Untuk data penting, backup dulu sebelum mengambil tindakan besar.

10. Upgrade RAM atau SSD Jika Spesifikasi Terlalu Pas-pasan

Beberapa laptop memang lemot karena spesifikasinya sudah terlalu terbatas untuk Windows 11 dan aplikasi modern. RAM 4 GB, storage HDD, prosesor lama, atau SSD kecil yang hampir penuh bisa membuat pengalaman Windows 11 terasa berat.

Untuk penggunaan harian saat ini, RAM 8 GB masih bisa dipakai untuk kebutuhan ringan, tetapi 16 GB jauh lebih nyaman jika anda sering membuka banyak tab browser, meeting online, aplikasi Office, Canva, aplikasi chat, dan beberapa program sekaligus.

Upgrade yang biasanya paling terasa:

Kondisi Laptop Upgrade yang Disarankan Dampak Umum
Masih memakai HDD Ganti ke SSD Booting dan buka aplikasi jauh lebih cepat
RAM 4 GB Naik ke 8 GB atau 16 GB Multitasking lebih ringan
SSD 128 GB hampir penuh Ganti ke 256 GB/512 GB Ruang sistem lebih lega
Sering editing ringan RAM 16 GB + SSD besar Aplikasi lebih stabil

Sebelum upgrade, cek apakah laptop mendukung penambahan RAM atau penggantian storage. Banyak laptop tipis modern memakai RAM onboard yang tidak bisa ditambah. Beberapa laptop juga memiliki jenis SSD tertentu seperti M.2 SATA atau M.2 NVMe yang perlu disesuaikan.

Jangan membeli RAM atau SSD hanya berdasarkan kapasitas. Perhatikan tipe, generasi, ukuran fisik, kompatibilitas, dan dukungan motherboard. Jika salah beli, komponen bisa tidak terbaca atau tidak bisa dipasang.

11. Reset Windows 11 Jika Sistem Sudah Terlalu Bermasalah

Reset Windows 11 adalah langkah terakhir jika laptop tetap lemot setelah startup dibersihkan, storage lega, malware dicek, driver diperbarui, dan aplikasi tidak penting dihapus. Reset bisa membantu jika sistem sudah terlalu berantakan, banyak error, aplikasi sering crash, atau Windows terasa tidak stabil.

Microsoft menjelaskan bahwa opsi Keep my files akan menginstal ulang Windows sambil mempertahankan file pribadi, tetapi menghapus aplikasi dan pengaturan. Sementara opsi Remove everything menghapus lebih banyak data sesuai pilihan reset. :contentReference[oaicite:4]{index=4}

Langkah reset Windows 11:

  1. Backup data penting terlebih dahulu.
  2. Buka Settings.
  3. Pilih System.
  4. Masuk ke Recovery.
  5. Pilih Reset this PC.
  6. Pilih Keep my files jika ingin mempertahankan file pribadi.
  7. Pilih Remove everything hanya jika ingin membersihkan total.
  8. Ikuti instruksi sampai selesai.

Walaupun opsi Keep my files terdengar aman, tetap lakukan backup terlebih dahulu. File penting seperti skripsi, dokumen kerja, foto, data klien, database, file desain, dan laporan sebaiknya dicadangkan ke storage eksternal atau cloud sebelum reset.

Pastikan charger terpasang selama proses reset. Jangan mematikan laptop di tengah proses karena bisa membuat Windows gagal booting atau masuk recovery loop.

Jika laptop tetap lemot setelah reset bersih, kemungkinan penyebabnya bukan sekadar software. Arah pemeriksaan perlu masuk ke hardware seperti SSD/HDD, RAM, suhu, kipas, thermal paste, baterai, atau motherboard.

Ringkasan 11 Cara Mengatasi Laptop Lemot Windows 11

No Cara Mengatasi Cocok Untuk Risiko
1 Cek Task Manager Menemukan aplikasi yang membebani laptop Rendah, asal tidak menutup proses sistem
2 Matikan startup apps Laptop lambat saat baru dinyalakan Rendah
3 Bersihkan storage Drive C penuh atau hampir penuh Sedang jika salah hapus file
4 Uninstall aplikasi tidak dipakai Terlalu banyak aplikasi terpasang Rendah-sedang
5 Batasi background apps RAM dan CPU dipakai aplikasi belakang layar Rendah
6 Update Windows dan driver Bug, driver lama, atau sistem tidak stabil Rendah-sedang
7 Scan malware Browser aneh, iklan, sistem berat Rendah
8 Kurangi efek visual Laptop spek rendah atau lama Rendah
9 Cek SSD/HDD Freeze, disk 100%, booting lama Rendah jika hanya pengecekan
10 Upgrade RAM/SSD Spesifikasi terlalu pas-pasan Sedang jika salah komponen
11 Reset Windows 11 Sistem sudah terlalu bermasalah Tinggi jika data belum dibackup

Penyebab Umum Laptop Lemot di Windows 11

Setelah memahami cara mengatasinya, penting juga mengenali penyebabnya. Laptop Windows 11 bisa lemot karena satu penyebab atau kombinasi beberapa faktor sekaligus.

Beberapa penyebab yang paling sering terjadi:

  • Startup apps terlalu banyak.
  • RAM terlalu kecil untuk kebutuhan harian.
  • Drive C hampir penuh.
  • Masih memakai hard disk, bukan SSD.
  • Windows Update berjalan di background.
  • Driver belum cocok atau bermasalah.
  • Malware atau adware mengganggu sistem.
  • Browser terlalu banyak tab dan ekstensi.
  • Laptop cepat panas sehingga performa turun.
  • Storage mulai lemah.
  • Spesifikasi laptop tidak ideal untuk Windows 11.

Jika laptop hanya lemot saat membuka aplikasi tertentu, fokus cek aplikasi tersebut. Jika laptop lemot sejak baru dinyalakan, cek startup, storage, RAM, dan kesehatan sistem. Jika lemot setelah beberapa menit dipakai lalu kipas berbunyi keras, cek suhu, kipas, dan sistem pendingin.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Laptop Windows 11 Lemot

Kesalahan pertama adalah langsung instal ulang atau reset tanpa backup. Jika data penting belum disimpan di tempat aman, tindakan ini bisa berisiko.

Kesalahan kedua adalah menginstal aplikasi pembersih sembarangan. Banyak aplikasi “optimizer” justru menambah beban, menampilkan iklan, atau mengubah pengaturan yang tidak perlu.

Kesalahan ketiga adalah mematikan proses sistem di Task Manager. Menutup proses yang salah bisa membuat Windows error, aplikasi crash, atau perangkat tidak bekerja normal.

Kesalahan keempat adalah menghapus folder sistem untuk mengosongkan storage. Jangan menghapus folder Windows, Program Files, AppData, System32, atau folder driver secara manual.

Kesalahan kelima adalah membeli RAM atau SSD tanpa mengecek kompatibilitas. Laptop tipis tertentu tidak mendukung upgrade RAM, sementara jenis SSD juga bisa berbeda.

Kesalahan keenam adalah mengabaikan panas. Jika laptop lemot karena overheat, reset Windows tidak akan menyelesaikan masalah. Sistem pendingin tetap perlu dicek.

Kapan Laptop Lemot Windows 11 Perlu Dicek Teknisi?

Laptop perlu dicek teknisi jika sudah dibersihkan startup dan storage, sudah update driver, sudah scan malware, tetapi tetap lemot parah. Terutama jika laptop sering freeze, restart sendiri, blue screen, disk 100% terus, storage tidak stabil, kipas sangat berisik, atau laptop mati mendadak.

Gejala seperti ini bisa mengarah ke hardware, misalnya SSD/HDD mulai rusak, RAM bermasalah, thermal paste kering, kipas kotor, baterai tidak stabil, atau motherboard bermasalah. Jika data penting, jangan menunggu sampai laptop benar-benar tidak bisa masuk Windows.

Jika laptop pernah terkena air, jatuh, atau sering overheat, informasikan riwayat tersebut saat konsultasi. Riwayat fisik sangat membantu untuk menentukan apakah masalah lemot hanya software atau sudah mengarah ke komponen internal.

Konsultasikan Jika Laptop Windows 11 Tetap Lemot

Jika laptop lemot Windows 11 tetap terjadi setelah anda mencoba cek Task Manager, matikan startup apps, bersihkan storage, uninstall aplikasi, update driver, scan malware, dan mengurangi efek visual, kemungkinan perlu pengecekan lebih lanjut. Masalah bisa berasal dari SSD/HDD, RAM, suhu, kipas, baterai, sistem Windows, atau komponen internal lain.

Anda bisa berkonsultasi dengan admin EngineerTech melalui tombol WhatsApp di kanan bawah website untuk mendapatkan bantuan awal, estimasi jarak cabang, estimasi budget, dan konsultasi 24 jam. Jika diperlukan pengecekan lebih lanjut, anda juga bisa datang ke cabang terdekat EngineerTech agar kondisi Windows, storage, RAM, suhu, baterai, dan komponen laptop bisa diperiksa dengan aman.

Kesimpulan

Laptop lemot Windows 11 bisa diatasi dengan langkah bertahap: cek Task Manager, matikan startup apps, bersihkan storage, uninstall aplikasi tidak penting, batasi background apps, update Windows dan driver, scan malware, kurangi efek visual, cek storage, upgrade RAM/SSD jika memungkinkan, dan reset Windows sebagai langkah terakhir.

Jangan langsung reset atau instal ulang sebelum mencoba solusi yang lebih aman. Jika laptop tetap lemot setelah semua langkah software dilakukan, kemungkinan penyebabnya sudah mengarah ke hardware seperti SSD, RAM, suhu, kipas, atau baterai. Dalam kondisi tersebut, pengecekan teknis lebih aman agar data dan perangkat tidak semakin berisiko.

Daftar Isi