Blue Screen pada Windows 10 adalah masalah yang bisa mengganggu aktivitasmu, karena menyebabkan sistem tiba-tiba berhenti bekerja dan menampilkan layar biru dengan pesan error. Meskipun sering dianggap sebagai masalah serius, blue screen sering kali disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat diperbaiki dengan langkah yang tepat. Di artikel ini, kami akan membahas 14 penyebab blue screen pada Windows 10 dan cara mengatasinya, serta memberikan solusi agar masalah ini tidak terjadi lagi di masa mendatang.
1. Driver yang Tidak Kompatibel atau Rusak
Driver yang tidak kompatibel atau sudah usang adalah salah satu penyebab utama blue screen di Windows 10. Ketika perangkat keras tidak dapat berkomunikasi dengan sistem operasi karena driver yang tidak cocok, maka blue screen bisa terjadi. Driver yang rusak juga dapat menyebabkan crash yang mendalam pada sistem, sehingga menyebabkan Windows berhenti berfungsi.
Solusi untuk masalah ini adalah dengan memperbarui driver melalui Device Manager atau mengunduh driver terbaru dari situs web resmi perangkat keras. Jika masalah berlanjut, kamu dapat mencoba menghapus driver lama dan menginstal ulang versi yang lebih baru atau stabil.
2. Masalah Hardware (RAM atau Hard Drive)
Masalah dengan hardware, terutama RAM atau hard drive, sering menyebabkan blue screen. Jika ada sektor yang rusak pada hard drive atau modul RAM tidak berfungsi dengan baik, maka sistem tidak dapat memproses data dengan benar dan memunculkan blue screen.
Cara mengatasinya adalah dengan melakukan pengecekan menggunakan alat diagnostik seperti Windows Memory Diagnostic untuk RAM atau CHKDSK untuk hard drive. Jika ditemukan kerusakan, penggantian hardware mungkin diperlukan.
3. Overheating (Panas Berlebih)
Ketika suhu komputer terlalu tinggi, prosesor dan perangkat keras lainnya dapat bekerja tidak stabil, yang berujung pada blue screen. Overheating bisa disebabkan oleh kipas pendingin yang tidak berfungsi, debu yang menghalangi ventilasi, atau pasta termal yang sudah kering.
Pastikan untuk membersihkan ventilasi kipas dan mengganti pasta termal secara berkala. Menggunakan pendingin eksternal atau menjaga suhu ruang tetap sejuk juga dapat membantu mengurangi risiko overheating.
4. Software yang Tidak Kompatibel
Program yang tidak kompatibel dengan Windows 10 atau aplikasi yang menyebabkan konflik dengan sistem operasi dapat menyebabkan blue screen. Ini sering terjadi setelah menginstal software yang tidak sepenuhnya mendukung Windows 10 atau yang memiliki bug internal.
Coba uninstall aplikasi yang baru saja diinstal dan periksa apakah blue screen masih muncul. Jika software tertentu menyebabkan masalah, pastikan kamu menginstal versi yang sesuai atau coba cari pembaruan untuk perangkat lunak tersebut.
5. Virus dan Malware
Infeksi virus atau malware bisa menyebabkan sistem menjadi tidak stabil dan memicu blue screen. Virus sering mengakses dan merusak file penting di dalam sistem, yang pada gilirannya bisa menyebabkan crash yang berujung pada blue screen.
Untuk mengatasi masalah ini, pastikan Windows Defender atau antivirus lainnya aktif dan lakukan pemindaian penuh. Menggunakan perangkat lunak anti-malware juga disarankan untuk memeriksa dan menghapus infeksi berbahaya dari sistem.
6. Pembaruan Windows yang Bermasalah
Pembaruan Windows 10 yang tidak berhasil atau tidak kompatibel dengan sistem bisa menjadi penyebab blue screen. Beberapa pembaruan dapat membawa perubahan signifikan pada cara sistem berfungsi, dan terkadang pembaruan ini dapat mengacaukan pengaturan atau driver yang ada.
Jika masalah dimulai setelah pembaruan, coba rollback pembaruan terbaru melalui Control Panel atau Settings. Kamu juga bisa menonaktifkan pembaruan otomatis sementara jika masalah ini sering terjadi.
7. File Sistem yang Rusak
Kerusakan pada file sistem Windows dapat menyebabkan blue screen. File yang rusak ini bisa muncul akibat software yang tidak kompatibel, virus, atau pengaturan sistem yang salah. Ketika file sistem utama rusak, sistem operasi tidak bisa berjalan dengan benar dan akhirnya menyebabkan crash.
Untuk memperbaiki file sistem yang rusak, kamu bisa menggunakan Command Prompt dengan perintah sfc /scannow untuk memindai dan memperbaiki file sistem yang rusak atau hilang.
8. Masalah pada Sistem BIOS
Masalah dengan BIOS (Basic Input/Output System) juga dapat menyebabkan blue screen. BIOS yang usang atau pengaturan BIOS yang tidak tepat bisa membuat hardware tidak dikenali atau berfungsi dengan tidak semestinya.
Periksa apakah BIOS kamu sudah up-to-date. Untuk memperbarui BIOS, kunjungi situs web produsen motherboard atau perangkat kamu dan ikuti instruksi pembaruan dengan hati-hati. Pastikan juga pengaturan BIOS sudah benar sesuai dengan spesifikasi perangkat keras kamu.
9. Kegagalan pada Sistem Penyimpanan (SSD/HDD)
Kegagalan pada sistem penyimpanan, seperti hard drive atau SSD, dapat menyebabkan blue screen. Kerusakan pada sektor penyimpanan atau drive yang mendekati akhir masa pakainya dapat menyebabkan kesalahan pembacaan data yang vital.
Periksa kondisi hard drive atau SSD menggunakan alat seperti CrystalDiskInfo untuk mengecek kesehatan drive. Jika ada sektor yang rusak, pertimbangkan untuk mengganti drive tersebut dengan yang baru.
10. Konfigurasi Virtual Memory yang Tidak Tepat
Virtual memory adalah bagian penting dalam pengelolaan sumber daya komputer. Jika pengaturan virtual memory terlalu rendah atau tidak cukup untuk menampung semua proses yang sedang berjalan, sistem bisa mengalami crash dan blue screen.
Untuk mengatasi masalah ini, buka System Properties → Advanced system settings → Performance Settings → Virtual Memory. Sesuaikan ukuran file paging agar sistem memiliki ruang yang cukup untuk menjalankan aplikasi dengan lancar.
11. Konflik dengan Perangkat Eksternal
Perangkat eksternal yang terhubung ke komputer, seperti printer, scanner, atau hard disk eksternal, terkadang dapat menyebabkan blue screen jika driver tidak kompatibel atau perangkat tersebut tidak dikenali dengan baik.
Cabut semua perangkat eksternal dan periksa apakah blue screen masih terjadi. Jika hilang, sambungkan satu per satu perangkat untuk mengetahui mana yang menyebabkan masalah.
12. Pengaturan Overclocking yang Tidak Stabil
Jika kamu melakukan overclocking pada CPU atau GPU, overclocking yang tidak stabil dapat menyebabkan blue screen. Ketika komponen keras dipaksa bekerja lebih keras dari kapasitas yang disarankan, mereka bisa mengalami kegagalan dan menyebabkan sistem crash.
Jika overclocking dilakukan, kembalikan ke pengaturan default atau kurangi nilai overclocking secara bertahap untuk melihat apakah masalah hilang.
13. Sistem File yang Tertimpa atau Hilang
Dalam beberapa kasus, blue screen disebabkan oleh file sistem yang tertimpa oleh aplikasi atau pembaruan yang tidak kompatibel. Ketika file sistem yang vital hilang atau rusak, Windows tidak dapat berfungsi dengan baik.
Untuk mengatasi ini, kamu bisa melakukan pemulihan sistem menggunakan Restore Point atau menggunakan fitur Reset Windows tanpa kehilangan data penting.
14. Masalah pada Prosesor atau GPU
Kerusakan pada prosesor atau GPU (Graphics Processing Unit) bisa menyebabkan blue screen. Meskipun jarang, jika salah satu komponen ini rusak atau tidak dapat berfungsi dengan baik, sistem operasi tidak akan bisa berjalan normal.
Jika blue screen terjadi secara terus-menerus tanpa alasan yang jelas, pertimbangkan untuk memeriksa kondisi fisik prosesor atau GPU. Penggantian mungkin diperlukan jika komponen tersebut rusak.
Hal Lainnya Tentang Penyebab Blue Screen di Windows 10
Penyebab Umum Blue Screen pada Windows 10
- Driver yang usang atau rusak.
- Kerusakan pada RAM atau hard drive.
- Overheating yang menyebabkan sistem tidak stabil.
- Konflik software yang tidak kompatibel dengan sistem.
- Infeksi virus atau malware.
- Pembaruan Windows yang gagal atau tidak kompatibel.
- Kerusakan file sistem atau kesalahan konfigurasi.
Perkiraan Biaya untuk Memperbaiki Blue Screen
- Pengecekan dan pembaruan driver: Rp50.000 – Rp150.000.
- Perbaikan hard drive atau SSD: Rp200.000 – Rp500.000.
- Perbaikan RAM: Rp250.000 – Rp600.000 (tergantung kapasitas dan tipe).
- Perbaikan BIOS dan penggantian hardware: Rp500.000 – Rp1.500.000.
- Scan dan perbaikan virus/malware: Rp100.000 – Rp300.000.
Tips Agar Blue Screen Tidak Terjadi Lagi
- Perbarui driver dan sistem secara rutin melalui Windows Update.
- Pastikan sistem bebas dari malware dengan antivirus terbaru.
- Jaga suhu komputer agar tidak overheat.
- Periksa dan ganti hardware yang rusak atau sudah tua.
- Gunakan software yang kompatibel dengan Windows 10.
Perbaikan Mudah di EngineerTech
Jika semua langkah di atas sudah kamu coba tetapi blue screen masih terjadi, kamu bisa membawa perangkat ke EngineerTech. Cek daftar cabang kami untuk menemukan lokasi terdekat. Beberapa cabang juga menyediakan layanan antar-jemput. Klik tombol Estimasi Biaya di kanan atas artikel ini atau hubungi teknisi kami langsung melalui tombol WhatsApp di kanan bawah untuk estimasi biaya.
Kesimpulan
Blue screen di Windows 10 dapat disebabkan oleh berbagai masalah, mulai dari driver yang rusak, hardware yang bermasalah, hingga software yang tidak kompatibel. Dengan mengikuti 14 langkah di atas, kamu dapat mengidentifikasi dan memperbaiki penyebabnya tanpa perlu panik. Jika diperlukan, teknisi EngineerTech siap membantu mengatasi masalah blue screen dengan solusi cepat dan transparan.





