Blue screen system service exception adalah salah satu error Windows yang paling sering membuat pengguna panik. Laptop atau PC tiba-tiba restart, muncul layar biru dengan pesan “SYSTEM_SERVICE_EXCEPTION”, lalu sistem gagal masuk Windows dengan normal. Error ini biasanya berkaitan dengan konflik driver, file sistem rusak, hingga masalah memori. Kabar baiknya, sebagian besar kasus bisa diatasi tanpa harus langsung instal ulang Windows. Dalam artikel ini, kami membahas 10 trik efektif untuk mengatasi blue screen system service exception secara bertahap dan logis.
1. Restart dan Catat Kode Error dengan Teliti
Langkah pertama yang sering diremehkan adalah membaca dan mencatat detail error. Pada blue screen system service exception, Windows biasanya menampilkan nama file tambahan seperti win32kfull.sys, ntfs.sys, atau dxgkrnl.sys. File ini memberi petunjuk awal apakah masalah berasal dari driver grafis, sistem file, atau kernel Windows.
Jika laptop langsung restart terlalu cepat, masuk ke Advanced Startup lalu nonaktifkan Automatic restart on system failure agar pesan error bisa terbaca jelas. Informasi ini sangat membantu untuk menentukan langkah berikutnya.
2. Masuk ke Safe Mode untuk Menghindari Crash Berulang
Jika blue screen terus muncul saat boot normal, masuk ke Safe Mode. Caranya dengan mematikan paksa laptop 2–3 kali saat boot hingga muncul menu Automatic Repair, lalu pilih Advanced Options → Startup Settings → Safe Mode.
Safe Mode memuat driver dasar saja, sehingga sistem lebih stabil. Jika di Safe Mode laptop tidak mengalami blue screen, hampir pasti penyebabnya adalah driver pihak ketiga atau software tambahan.
3. Update atau Rollback Driver yang Bermasalah
Penyebab paling umum blue screen system service exception adalah driver yang tidak kompatibel atau rusak. Fokuskan pemeriksaan pada driver:
- VGA (Intel, NVIDIA, AMD)
- WiFi dan LAN
- Audio
- Driver printer atau device eksternal
Buka Device Manager, klik kanan driver terkait, lalu pilih Update driver. Jika error muncul setelah update driver tertentu, gunakan opsi Roll Back Driver untuk kembali ke versi sebelumnya.
4. Hapus Software atau Antivirus Pihak Ketiga
Beberapa antivirus dan software keamanan pihak ketiga sering menjadi pemicu konflik kernel Windows. Jika kamu menggunakan antivirus selain Windows Defender, coba uninstall sementara dari Control Panel → Programs.
Begitu juga dengan software seperti VPN, emulator Android, atau aplikasi modifikasi sistem. Jika setelah dihapus blue screen tidak muncul lagi, berarti konflik software adalah penyebab utamanya.
5. Jalankan System File Checker (SFC)
File sistem Windows yang rusak dapat menyebabkan blue screen system service exception. Untuk memperbaikinya, buka Command Prompt sebagai administrator lalu jalankan:
sfc /scannow
Proses ini akan memindai dan memperbaiki file sistem yang korup secara otomatis. Tunggu hingga 100% dan restart laptop setelah selesai.
6. Gunakan DISM untuk Memperbaiki Image Windows
Jika SFC tidak cukup, lanjutkan dengan DISM. Masih di Command Prompt (Admin), jalankan perintah berikut:
DISM /Online /Cleanup-Image /RestoreHealth
DISM akan memperbaiki image Windows yang rusak akibat update gagal atau file sistem bermasalah. Proses ini bisa memakan waktu cukup lama, jadi pastikan laptop terhubung ke listrik.
7. Periksa dan Uji Kondisi RAM
RAM yang bermasalah sangat sering menyebabkan blue screen, termasuk error system service exception. Jalankan Windows Memory Diagnostic dengan mengetik “memory” di kolom pencarian, lalu pilih Restart now and check for problems.
Jika laptop memiliki dua keping RAM, coba lepas salah satu dan uji bergantian. RAM yang kotor atau longgar juga bisa menyebabkan error, jadi pastikan modul RAM terpasang dengan benar.
8. Update Windows atau Batalkan Update Terakhir
Update Windows yang gagal atau tidak kompatibel bisa memicu blue screen. Buka Settings → Windows Update dan pastikan tidak ada update tertunda. Jika error muncul setelah update tertentu, masuk ke Update History → Uninstall updates dan hapus update terakhir.
Setelah sistem stabil, lakukan update ulang secara bertahap agar Windows tetap aman dan kompatibel.
9. Cek Hard Disk atau SSD dari Error
Kerusakan sektor pada HDD atau SSD juga dapat menyebabkan blue screen system service exception. Jalankan pemeriksaan disk dengan perintah berikut di Command Prompt (Admin):
chkdsk /f /r
Sistem akan meminta restart untuk menjalankan pemeriksaan. Jika ditemukan banyak bad sector, pertimbangkan untuk mengganti storage dan memindahkan data penting.
10. Reset atau Install Ulang Windows sebagai Opsi Terakhir
Jika semua langkah di atas tidak berhasil, reset Windows bisa menjadi solusi terakhir. Gunakan fitur Reset this PC dengan opsi Keep my files agar data pribadi tetap aman.
Untuk kasus berat yang terus berulang, install ulang Windows secara bersih sering kali menjadi solusi paling efektif karena menghilangkan semua konflik software dan driver lama.
Hal Lainnya tentang Blue Screen System Service Exception
Penyebab Umum yang Paling Sering Terjadi
- Driver tidak kompatibel atau rusak
- Update Windows gagal
- File sistem Windows korup
- Konflik antivirus pihak ketiga
- RAM bermasalah
- SSD atau HDD mengalami error
- Software modifikasi sistem
Perkiraan Biaya dan Risiko Perbaikan Sendiri
- Update/rollback driver dan SFC/DISM: Rp0
- Uninstall software bermasalah: Rp0
- Ganti RAM: Rp300.000 – Rp800.000
- Ganti SSD: Rp400.000 – Rp1.000.000
- Install ulang Windows: Rp250.000 – Rp400.000
Risiko perbaikan sendiri meliputi kehilangan data jika salah reset, salah memasang RAM, atau menghapus driver penting. Selalu backup data sebelum melakukan langkah besar.
Perkiraan Biaya Servis di EngineerTech
Biaya penanganan blue screen system service exception di EngineerTech bergantung pada penyebabnya. Tidak semua kasus dikenai biaya besar—banyak masalah selesai dengan perbaikan software ringan. Berikut estimasi umum:
| Jenis Penanganan | Harga Pasar | Harga EngineerTech |
|---|---|---|
| Diagnosa & perbaikan software | Rp300.000 – Rp450.000 | Mulai Rp250.000 |
| Perbaikan driver & update sistem | Rp250.000 – Rp400.000 | Mulai Rp200.000 |
| Install ulang Windows | Rp350.000 – Rp500.000 | Mulai Rp300.000 |
| Penggantian RAM / SSD | Rp600.000 – Rp1.000.000 | Mulai Rp550.000 |
Catatan: biaya dapat berubah sesuai kondisi perangkat dan harga komponen. Estimasi selalu disampaikan sebelum pengerjaan dilakukan.
Tips Agar Blue Screen Tidak Terulang
- Update driver hanya dari situs resmi
- Hindari software modifikasi sistem
- Gunakan antivirus bawaan Windows yang stabil
- Pastikan RAM dan storage dalam kondisi sehat
- Matikan laptop dengan prosedur yang benar
Perbaiki Blue Screen System Service Exception Bersama EngineerTech
Jika blue screen system service exception terus muncul meski sudah mencoba semua langkah di atas, kemungkinan ada konflik hardware atau sistem yang lebih kompleks. Kamu bisa datang langsung ke outlet EngineerTech terdekat di kota kamu. Jika sedang sibuk, beberapa cabang menyediakan layanan antar-jemput. Untuk estimasi awal, klik tombol Estimasi Biaya di kanan atas artikel ini atau hubungi teknisi melalui tombol WhatsApp di kanan bawah.
Kesimpulan
Blue screen system service exception memang mengganggu, tetapi sebagian besar kasus dapat diatasi dengan perbaikan driver, file sistem, dan pengecekan hardware dasar. Dengan mengikuti 10 trik di atas secara berurutan, kamu bisa menemukan akar masalah dan mencegah kerusakan yang lebih parah. Jika ragu, bantuan teknisi profesional adalah pilihan paling aman.





