Laptop lemot setelah update Windows adalah masalah yang sangat sering dialami pengguna Windows 10 maupun Windows 11. Setelah proses update, laptop tiba-tiba terasa berat, lama merespons, bahkan membuka File Explorer pun membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya. Untungnya, ada banyak cara untuk mengatasinya. Di panduan lengkap ini, kami membahas 12 solusi paling efektif untuk memulihkan performa laptop kamu setelah update Windows.
1. Restart Ulang Setelah Update (Bukan Hanya Shutdown)
Banyak pengguna mengira menekan tombol Shutdown sudah cukup, padahal Windows 10/11 menggunakan fitur Fast Startup yang membuat Shutdown tidak benar-benar mematikan sistem. Setelah update besar, Windows perlu proses konfigurasi tambahan yang hanya berjalan jika kamu melakukan Restart.
Coba lakukan: klik Start → Power → Restart. Setelah restart, lihat apakah performa laptop membaik.
2. Hentikan Proses Indexing yang Berat Setelah Update
Salah satu penyebab utama laptop lemot setelah update Windows adalah proses indexing yang bekerja sangat keras di latar belakang untuk memperbarui database pencarian. Ini bisa menghabiskan CPU dan disk usage hingga 100%.
Untuk menanganinya:
- Buka Services
- Cari Windows Search
- Klik kanan → Restart atau Stop sementara
Kamu juga bisa membatasi lokasi yang di-index melalui Indexing Options agar tidak membebani sistem.
3. Optimalkan Startup dengan Menonaktifkan Aplikasi Tidak Perlu
Setelah update, Windows sering menambahkan aplikasi bawaan atau mengaktifkan kembali program yang sebelumnya sudah kamu disable. Untuk mempercepat kinerja, buka Task Manager → Startup dan nonaktifkan software yang tidak penting, seperti:
- OneDrive (jika tidak dipakai)
- Spotify
- Teams
- Game Launcher
- Adobe Updater
4. Hapus File Sisa Update Windows
Update Windows meninggalkan banyak file sisa seperti file instalasi, log, dan cache yang bisa memakan ruang storage hingga beberapa gigabyte. Jika drive kamu hampir penuh, laptop pasti terasa lemot.
Lakukan pembersihan via:
- Settings → System → Storage → Temporary Files
- Centang: Windows Update Cleanup, Temporary Files, Delivery Optimization
5. Matikan Efek Visual yang Membebani GPU
Update Windows sering mengembalikan pengaturan visual ke default (yang lebih berat). Kamu bisa menonaktifkannya melalui:
System Properties → Advanced → Performance Settings → Adjust for best performance
Atau pilih Custom lalu matikan animasi dan efek transparansi.
6. Perbarui Driver Setelah Update Windows
Driver yang tidak kompatibel setelah update besar bisa menyebabkan laptop melambat atau error. Terutama driver:
- Display (Intel/AMD/NVIDIA)
- Chipset
- Storage/RAID
- Wi-Fi
Perbarui melalui Device Manager atau situs resmi produsen laptop kamu.
7. Matikan Fitur Background Apps
Windows sering mengaktifkan kembali aplikasi yang berjalan di latar belakang setelah update. Ini bisa membebani RAM dan CPU.
Buka: Settings → Apps → Apps & Features → Background Apps lalu matikan aplikasi yang tidak kamu perlukan.
8. Cek Virus dan Malware yang Memanfaatkan Sistem yang Baru di-update
Pada beberapa kasus, setelah update Windows, beberapa malware kembali aktif atau Windows Defender mengaktifkan fitur pemindaian yang cukup berat. Lakukan:
- Full Scan dengan Windows Security
- Offline Scan (lebih efektif)
9. Bersihkan dan Optimalkan Storage Windows
Jika storage penuh atau hampir penuh, Windows akan berjalan lambat. Pastikan drive C memiliki ruang kosong minimal 20–30%.
Pindahkan file besar ke drive lain atau gunakan Disk Cleanup.
10. Perbaiki File Sistem yang Rusak Setelah Update
Update besar Windows kadang meninggalkan file sistem yang korup. Kamu bisa memperbaikinya dengan menjalankan perintah berikut (via CMD Admin):
- sfc /scannow
- DISM /Online /Cleanup-Image /RestoreHealth
Perintah ini akan memperbaiki file rusak dan meningkatkan performa sistem.
11. Gunakan Mode Daya Performance
Update Windows sering mengembalikan pengaturan daya ke Balanced atau Power Saver. Untuk performa maksimal, ubah ke:
Settings → System → Power → Best Performance
12. Reset Windows Tanpa Menghapus File (Jika Sudah Sangat Lemot)
Jika semua metode di atas tidak berhasil, kamu bisa melakukan reset sistem:
Settings → Update & Security → Recovery → Reset this PC
Pilih opsi “Keep my files”. Ini akan menghapus error dan file sisa update tanpa menghilangkan data pribadi kamu.
Hal Lainnya tentang Laptop Lemot Setelah Update Windows
Penyebab Tambahan
Selain 12 penyebab utama di atas, faktor berikut juga bisa membuat laptop melambat setelah update:
- Windows menginstal driver generik yang tidak kompatibel
- Pembaruan gagal dan meninggalkan file yang rusak
- Aplikasi aktif di background terlalu banyak
- Storage mendekati penuh
- Thermal throttling akibat debu pada kipas
Perkiraan Biaya & Risiko Perbaikan Sendiri
Beberapa perbaikan bisa kamu lakukan sendiri tanpa biaya besar, seperti pembersihan software. Namun ada risiko jika salah langkah.
- Optimasi software: Rp0
- Pembersihan kipas & thermal paste: Rp50.000–Rp150.000
- Upgrade SSD: Rp450.000–Rp900.000
- Upgrade RAM: Rp300.000–Rp600.000
Risiko: salah pasang SSD/RAM, kehilangan data, sistem gagal boot.
Perkiraan Biaya Servis di EngineerTech
EngineerTech menyediakan layanan optimasi performa setelah update Windows dengan harga kompetitif. Tidak semua servis berbayar—kasus ringan kadang hanya butuh reset pengaturan.
| Layanan | Harga Pasar | Harga EngineerTech |
|---|---|---|
| Optimasi software & hapus file update | Rp250.000 – Rp350.000 | Mulai Rp200.000 |
| Cleaning kipas + ganti thermal paste | Rp300.000 – Rp450.000 | Mulai Rp250.000 |
| Upgrade SSD + cloning data | Rp600.000 – Rp900.000 | Mulai Rp550.000 |
| Install ulang Windows + driver | Rp350.000 – Rp500.000 | Mulai Rp300.000 |
Catatan: harga dapat berubah tergantung model laptop dan komponen. EngineerTech selalu memberikan estimasi sebelum pengerjaan.
Tips Agar Laptop Tidak Lemot Setelah Update Berikutnya
- Pastikan storage tidak penuh sebelum update
- Hapus aplikasi yang tidak perlu
- Jalankan pembersihan cache secara rutin
- Perbarui driver secara berkala
- Gunakan SSD untuk performa terbaik
- Pastikan pendinginan laptop optimal
Perbaiki Laptop Lemot Setelah Update Windows Bersama EngineerTech
Jika laptop kamu tetap lemot setelah mencoba seluruh langkah di atas, mungkin ada masalah driver, hardware, atau konfigurasi yang lebih dalam. Kamu bisa datang ke EngineerTech terdekat di kota kamu. Beberapa cabang juga menyediakan layanan antar-jemput untuk yang sibuk. Untuk melihat estimasi biaya, klik tombol Estimasi Biaya di kanan atas artikel ini. Atau jika ingin diskusi langsung, klik tombol WhatsApp di kanan bawah untuk terhubung dengan teknisi kami.
Kesimpulan
Laptop lemot setelah update Windows bukan berarti laptop rusak. Biasanya hanya butuh optimasi ringan seperti membersihkan file sisa update, mematikan aplikasi startup, memperbarui driver, hingga melakukan reset sistem. Dengan langkah yang tepat, laptop kamu bisa kembali cepat seperti semula tanpa harus mengganti perangkat.





